- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
BPBD Sulteng Imbau Warga Waspada Hujan dan Angin Kencang Hingga April 2026

Keterangan Gambar : Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi potensi hujan deras disertai angin kencang.
BMKG memprediksi cuaca ekstrem berpeluang terjadi hingga April 2026.
Baca Lainnya :
- Kapolda Sulteng Mutasi 603 Personel, Sejumlah Jabatan Strategis Bergeser
- Joy Sailing TNI AL di Teluk Palu, Selaraskan Program Berani Tangkap Banyak dengan Asta Cita Presiden
- YAMMI Desak Polda Sulteng Transparan dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PT BDW
- Donggala Disambangi KRI Teluk Ende-517, Nelayan dan Warga Dapat Ratusan Paket Sembako
- Kapal KLM Maryam Indah Terbakar di Luwuk, Satu Tewas dan Dua Masih Hilang
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang bermukim di bantaran sungai.
“Apabila hujan terjadi lebih dari dua jam, terutama di wilayah bantaran sungai, dan ditandai dengan suara gemuruh serta air yang mulai berwarna cokelat, masyarakat harus segera bersiap mencari tempat yang lebih aman yang sudah ditentukan oleh pemerintah desa,” ujarnya.
Sebagai contoh, angin kencang kembali melanda Desa Uenuni, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, pada Selasa (16/9) lalu.
Sebanyak 11 rumah dilaporkan rusak ringan di bagian atap, masing-masing tujuh rumah di RT 01 dan empat rumah di RT 07.
Menurut Akris, kerusakan tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian.
Ia menjelaskan, Masyarakat sudah mulai melakukan perbaikan secara mandiri.
Pada hari pertama, tim BPBD Kabupaten Sigi langsung turun menyalurkan bantuan logistik berupa sembako.
Sehari setelahnya, BPBD Provinsi ikut mendampingi.
BPBD memastikan personel dan peralatan penanganan bencana di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota masih memadai.
Koordinasi juga dilakukan dengan dinas teknis seperti PU, pengairan, serta balai jalan dan sungai.
“Kejadian ini sebenarnya sudah beruntun sejak bulan Juli sampai dengan periode September. Karena itu kami mengimbau seluruh pemerintah daerah, kecamatan, desa, serta masyarakat untuk tetap waspada,” tutur Akris. (Rul/Nl)










