- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
Sidak di Pasar Palu, Harga Beras Stabil Rp14–15 Ribu per Kilogram

Keterangan Gambar : TPID Kota Palu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar induk, Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba, Kamis (18/9) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar induk, Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba, Kamis (18/9) pagi.
Sidak dilakukan untuk memastikan stabilitas harga pangan pokok dan mencegah adanya praktik penimbunan.
Baca Lainnya :
- Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Beruntung Pengemudi Selamat
- Sakit Perut hingga Muntah Usai Konsumsi MBG, Sejumlah Siswa SDN Inpres Boyaoge Dilarikan ke RS
- Tahun Depan, Warga Sulteng Bisa Terbang Langsung ke Cina, Korsel, hingga Eropa
- PMI Sulteng Gelar HUT ke-80, Dorong Gerakan #BeraniDonor
- Utamakan Warga, Komisi III DPRD Sulteng Pastikan Penyelesaian Konflik Agraria di Sulewana
Hasil pantauan menunjukkan harga beras medium masih relatif stabil, berada di kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.
Meski ditemukan selisih harga Rp1.000 antar pasar, kondisi tersebut masih dianggap wajar.
“Kami temukan perbedaan harga khususnya beras antara Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba, satu di angka Rp14 ribu dan satunya Rp15 ribu,” ujar Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, saat sidak.
Selain beras, tim juga memantau harga komoditas lain seperti minyak goreng, bawang merah, dan telur.
Imelda menyebut, harga minyak goreng masih sesuai harga eceran tertinggi di angka Rp15.700 per liter, sedangkan telur berada di kisaran Rp52 ribu hingga Rp60 ribu per rak, tergantung ukuran.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pake, memastikan stok beras SPHP di Kota Palu dalam kondisi aman.
Ia mengatakan, cadangan beras mencapai 4 hingga 5 ribu ton dan diperkirakan cukup hingga enam sampai tujuh bulan ke depan.
“Stok di Kota Palu sekitar 4 sampai 5 ribu ton. Itu cukup untuk 6 sampai 7 bulan ke depan, dan penyaluran SPHP terus kami lakukan agar harga tetap terkendali,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, TPID menilai harga pangan di Kota Palu masih terkendali, meski tetap perlu pemantauan rutin untuk mencegah gejolak harga yang bisa memberatkan masyarakat. (Rul/Nl)










