Survei Kemenag: Gen Z Jadi Generasi Paling Toleran Dibanding Milenial

By Inul Irfani 06 Jan 2026, 15:35:38 WIB Nasional
Survei Kemenag: Gen Z Jadi Generasi Paling Toleran Dibanding Milenial

Keterangan Gambar : Ilustrasi toleransi antar warga. (Foto: iStockphoto)


Likeindonesia.com, Palu - Hasil survei Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan bahwa Generasi Z (Gen Z) menjadi kelompok usia dengan tingkat toleransi beragama paling tinggi dibandingkan generasi lain, termasuk Milenial. Salah satu indikator utamanya adalah sikap Gen Z yang lebih menghargai kegiatan ibadah agama lain.


Temuan tersebut tercermin dalam Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam 2025 yang dilakukan Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Alvara Strategic Research. 

Baca Lainnya :


Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyebut hasil survei ini memberikan optimisme terhadap masa depan kehidupan beragama di Indonesia.


“Terdapat banyak temuan survey di bidang kehidupan beragama. Hasilnya cukup menggembirakan dan memberikan optimisme,” ujar Arsad, dikutip dari laman resmi Bimas Islam, Selasa (6/1/2026).


Secara umum, Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam 2025 berada pada skor 78,80 dan masuk kategori tinggi. Dimensi akhlak menjadi aspek dengan nilai tertinggi, yakni 81,88.


Sementara itu, pada indikator tidak membubarkan kegiatan keagamaan kelompok atau agama lain, indeks Gen Z tercatat 80,03, lebih tinggi dibandingkan Milenial (78,77), Generasi X (78,97), dan Baby Boomers (78,81).


Secara agregat, indeks pengamalan toleransi Gen Z berada di angka 79,65, lebih tinggi dibandingkan Milenial yang mencatat 79,07.


Indikator toleransi ini mencakup sikap menerima pelaksanaan ibadah agama lain, tidak mencela keyakinan berbeda, menolak persekusi, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian.


Survei ini juga mencatat potensi positif kehidupan beragama di wilayah perkotaan yang didominasi penduduk usia muda. Meski indeks dimensi ibadah di kawasan urban (78,38) sedikit lebih rendah dibandingkan wilayah perdesaan (79,37), pemahaman keagamaan dan sikap toleransi dinilai menjadi modal penting bagi kohesi sosial ke depan.


Survei ini melibatkan 1.208 responden Muslim di 34 provinsi dengan metode kuantitatif berskala nasional.


Pengambilan sampel dilakukan menggunakan multistage random sampling melalui wawancara tatap muka langsung. Survei ini memiliki margin of error 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Secara resmi, hasil survei dijadwalkan dirilis pada Januari 2026. (Nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.