- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
Warga Geger Temuan Mayat di Bantaran Sungai Palu

Keterangan Gambar : penemuan sesosok mayat tanpa identitas di bantaran sungai Jalan Raja Moli, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, Kamis (2/10) pagi. (Foto: Humas Polresta Palu)
Likeindonesia.com, Palu – Warga Jalan Raja Moli, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di bantaran sungai, Kamis (2/10) pagi.
Jenazah pertama kali ditemukan seorang warga yang sedang berolahraga sekitar pukul 07.00 WITA.
Baca Lainnya :
- Viral Hina Etnik Kaili, J Kini Dihukum Adat Givu di Palu
- Selama 90 Hari, Balita Stunting di Palu Terima Menu Sehat dari Dapur Sehat
- Literasi Anak di Sulteng Masih Rendah, Semesta Buku Dorong Budaya Membaca
- 47 Atlet Korpri Sulteng Siap Berlaga di Pornas XVII Palembang
- Anak-anak PAUD Kunjungi Basarnas Palu, Belajar Mitigasi Bencana Sejak Dini
Kapolsek Palu Timur, Iptu Andi Rampewali, mengatakan penemuan tersebut bermula ketika seorang warga mencium bau menyengat saat melintas di tepi sungai.
Warga kemudian melihat ada tubuh manusia tergeletak di pinggir aliran sungai dan langsung melapor ke Ketua RT setempat.
“Penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh salah seorang warga yang sedang berolahraga pagi di sekitar bantaran sungai. Setelah itu, warga tersebut menghubungi Ketua RT, lalu Ketua RT menyampaikan laporan kepada Bhabinkamtibmas kami,” ujar Andi Rampewali kepada media ini diwawancarai di ruang kerjanya.
Polisi yang datang ke lokasi melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Dari keterangan warga, korban sering terlihat melintas di sekitar Jalan Raja Moli. Namun, baik Ketua RT maupun Ketua RW menyatakan korban bukan warga setempat.
Kapolsek menambahkan, hingga saat ini identitas korban masih dalam penyelidikan.
Ia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar mendatangi RS Bhayangkara Palu.
“Kami mengimbau kepada warga Palu, apabila ada anggota keluarga yang sudah lama hilang, bisa datang ke RS Bhayangkara untuk melihat korban. Siapa tahu ada yang mengenali wajahnya,” katanya.
Meski belum diketahui identitasnya, polisi menduga korban merupakan seorang pemulung.
Dugaan itu diperkuat keterangan warga yang pernah melihat korban membawa karung dan memungut barang-barang bekas.
Terkait penyebab kematian, Kapolsek menjelaskan dari pemeriksaan awal ditemukan luka benturan di kepala korban.
Analisa sementara, korban kemungkinan terjatuh akibat penyakit yang dideritanya.
“Berdasarkan keterangan warga, korban diduga memiliki riwayat penyakit ayan atau epilepsi. Pernah ada yang melihatnya tiba-tiba jatuh saat berjalan. Kemungkinan korban mengalami kejang, lalu jatuh dan kepalanya terbentur,” jelasnya.
Saat ini jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulteng untuk proses identifikasi lebih lanjut. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. (Rul/Nl)










