- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
1.273 Personel Gabungan Bakal Amankan Aksi Unjuk Rasa 1 September di Palu
.jpg)
Keterangan Gambar : Ribuan personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, hingga Pemadam Kebakaran disiagakan di Kota Palu untuk mengamankan aksi unjuk rasa (unras) yang dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2025. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, PALU – Sebanyak 1.273 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, hingga Pemadam Kebakaran disiagakan di Kota Palu untuk mengamankan aksi unjuk rasa (unras) yang dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2025. Kesiapan itu ditandai dengan Apel Siaga di halaman Mapolresta Palu, Jalan Dr. Sam Ratulangi, Senin (1/9/2025).
Apel yang dipimpin Kapolresta Palu Kombes Pol. Deny Abraham digelar untuk menyamakan persepsi dan pola tindak aparat dalam menghadapi massa aksi yang rencananya berpusat di depan gedung DPRD Sulawesi Tengah serta Mapolresta Palu.
Baca Lainnya :
- Antisipasi Aksi Demo, Dinas Pendidikan Sulteng Liburkan Sekolah Sehari
- Disdik Sulteng Putuskan Libur Sehari untuk SMA, SMK, dan SLB
- Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Kantor Kecamatan Palu Barat
- Lapas dan Rutan Palu Digeledah Tim Gabungan, Barang Terlarang Jadi Sasaran
- Hari Anak Nasional: Palu Komitmen Penuhi Hak Anak, Ancaman Narkoba Jadi PR
Dalam arahannya, Kapolresta menegaskan komitmen aparat keamanan untuk memberikan pelayanan, pengayoman, dan perlindungan kepada seluruh peserta aksi.
“Kebebasan menyampaikan pendapat dilindungi Undang-Undang. Kita hormati dan hargai dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya,” ujar Kombes Pol. Deny Abraham.
Meski demikian, ia mengingatkan agar aspirasi disampaikan dengan bijak, sesuai tuntutan, dan tidak berujung anarkis.
“Kalau aksi anarkis, perintah sudah jelas lakukan tindakan tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ada Peraturan Kapolri dan Prosedur Tetap Kapolri tahun 2010,” tegasnya.
Kapolresta juga berharap peserta aksi dapat menjaga ketertiban dan menghindari tindak pidana.
“Tentunya, kami mengimbau hendaknya aspirasi dilakukan secara damai dan tertib, tidak anarkis dan melakukan tindak pidana lainnya,” tambah Deny Abraham.
Sementara itu, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari menjelaskan, ribuan personel gabungan tersebut akan dikerahkan untuk mengamankan aksi yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta komunitas ojek online.
“1.273 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran bersinergi untuk mengamankan unjuk rasa mahasiswa, masyarakat, HMI dan komunitas ojek online,” ungkap AKBP Sugeng.
Ia menekankan, tujuan pengamanan bukan semata tindakan represif, melainkan memastikan jalannya aksi tetap aman dan kondusif.
“Aspirasi dilakukan secara damai, jaga kota kita, jaga lingkungan kita, dan jaga wilayah kita, Sulawesi Tengah agar tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
AKBP Sugeng menambahkan, tindakan tegas dari Kepolisian adalah opsi terakhir. Fokus utama aparat adalah menjamin keamanan peserta unjuk rasa, petugas, masyarakat, serta fasilitas umum. Dengan begitu, aspirasi dapat tersampaikan tanpa mengganggu stabilitas keamanan. (Bim/Nl)


.jpg)







