- 16 Perusahaan Tambang Patungan Rp355 Miliar Bangun Jalan di Morowali dan Morut
- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
Hari Anak Nasional: Palu Komitmen Penuhi Hak Anak, Ancaman Narkoba Jadi PR

Keterangan Gambar : Sekda Kota Palu, Irmayanti. (Foto: Humas Pemkot Palu)
Likeindonesia.com, Palu – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Palu digelar di auditorium kantor wali kota, Sabtu (30/8/2025).
Kegiatan ini menyoroti dua hal penting: capaian Kota Palu sebagai Kota Layak Anak kategori Pratama, sekaligus ancaman narkoba yang mulai menyasar anak-anak.
Baca Lainnya :
- Driver Ojol Palu Tuntut Keadilan atas Kematian Affan Kurniawan
- MUI Sulteng Desak Penutupan Prostitusi di Tondo: Zina Perbuatan Keji dan Jalan yang Buruk
- Sebelum Sidang, Interupsi Nurhalis Sentuh Hati, DPRD Palu Gelar Doa Khusus Korban Kerusuhan
- Uji Kelayakan Sukses, Jembatan Palu IV Siap Masuki Tahap Akhir Rekonstruksi
- Tukang Parkir Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Jabal Nur
Dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah, Irmayanti, Pemerintah Kota Palu menegaskan komitmen untuk melindungi dan memenuhi hak anak.
Tahun ini, Palu kembali meraih penghargaan Kota Layak Anak kategori Pratama, dengan target meningkat ke tingkat Madya tahun depan.
“Kita harap tahun depan Kota Palu bisa meraih predikat Kota Layak Anak tingkat Madya. Olehnya kita harus bekerja keras memastikan hak anak terpenuhi,” ujar Irmayanti.
Meski begitu, permasalahan narkoba disebut masih menjadi ancaman serius.
Palu bahkan masuk daerah dengan tingkat penggunaan obat terlarang cukup tinggi, termasuk di kalangan anak usia sekolah dasar hingga menengah.
“Anak-anak dijadikan kurir, bahkan ikut mengonsumsi. Ini jadi kekhawatiran kita bersama,” disampaikan dalam peringatan HAN.
Sebagai langkah pencegahan, Forum Anak Kota Palu yang sudah dibentuk sejak 2011 didorong menjadi wadah anak-anak menyuarakan nilai positif dan saling mengingatkan agar terhindar dari narkoba.
Penghargaan Kota Layak Anak disebut tidak lahir begitu saja, melainkan hasil kerja bersama pemerintah, Forum Anak, serta mitra masyarakat.
Pesan kepada anak-anak, mereka diingatkan untuk tumbuh sehat, berprestasi, berkarakter, dan berani bermimpi demi masa depan Indonesia Emas 2045. (Rul/Nl)










