- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Kantor Kecamatan Palu Barat

Keterangan Gambar : Suasana gerakan pangan murah di Kantor Kecamatan Palu Barat, Jl. WR Supratman, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Gerakan pangan murah kembali digelar di Kota Palu, Sabtu (30/8) pagi.
Kegiatan kali ini menyasar delapan kecamatan sekaligus.
Baca Lainnya :
- Lapas dan Rutan Palu Digeledah Tim Gabungan, Barang Terlarang Jadi Sasaran
- Hari Anak Nasional: Palu Komitmen Penuhi Hak Anak, Ancaman Narkoba Jadi PR
- Driver Ojol Palu Tuntut Keadilan atas Kematian Affan Kurniawan
- MUI Sulteng Desak Penutupan Prostitusi di Tondo: Zina Perbuatan Keji dan Jalan yang Buruk
- Sebelum Sidang, Interupsi Nurhalis Sentuh Hati, DPRD Palu Gelar Doa Khusus Korban Kerusuhan
Salah satunya berlangsung di Kantor Kecamatan Palu Barat, Jl. WR Supratman, Kota Palu.
Sejak pagi, warga sudah antre untuk mendapatkan bahan pokok bersubsidi.
Beras, gula pasir, dan minyak goreng jadi barang yang paling diburu.
Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari pasaran.
Beras ukuran 5 kilogram dilepas seharga Rp60 ribu. Gula pasir dijual Rp17.700 per kilogram, sedangkan minyak goreng Rp15.700 per liter. Syaratnya cukup membawa KTP.
Camat Palu Barat, Khomaeni, menyebut stok yang tersedia cukup besar.
“Untuk beras ada satu ton, kemudian minyak 250 kilogram, dan gula pasir 600 kilogram,” ujarnya diwawancarai media ini di lokasi Gerakan Pangan Murah.
Ia menegaskan, stok bisa ditambah bila permintaan meningkat.
Menurutnya, gerakan pangan murah ini merupakan upaya pemerintah menjaga stabilitas harga di pasaran.
Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean. Surianto, warga Kelurahan Siranindi, mengaku terbantu.
“Kita bersyukurlah adanya beras murah, banyak membantu warga. Kalau di pasar 5 kilogram itu bisa sampai Rp70 ribu,” ucapnya.
Senada, Sumasniati, warga Kelurahan Kamonji, juga merasa kegiatan ini bermanfaat.
Ia berharap gerakan pangan murah bisa digelar lebih sering.
“Bagus sih, membantu sekali. Kalau bisa diperpanjang, lebih sering,” katanya.
Di Palu Barat, kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari.
Pemerintah berharap kebutuhan warga terpenuhi dan situasi tetap kondusif. (Rul/Nl)










