- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Kantor Kecamatan Palu Barat

Keterangan Gambar : Suasana gerakan pangan murah di Kantor Kecamatan Palu Barat, Jl. WR Supratman, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Gerakan pangan murah kembali digelar di Kota Palu, Sabtu (30/8) pagi.
Kegiatan kali ini menyasar delapan kecamatan sekaligus.
Baca Lainnya :
- Lapas dan Rutan Palu Digeledah Tim Gabungan, Barang Terlarang Jadi Sasaran
- Hari Anak Nasional: Palu Komitmen Penuhi Hak Anak, Ancaman Narkoba Jadi PR
- Driver Ojol Palu Tuntut Keadilan atas Kematian Affan Kurniawan
- MUI Sulteng Desak Penutupan Prostitusi di Tondo: Zina Perbuatan Keji dan Jalan yang Buruk
- Sebelum Sidang, Interupsi Nurhalis Sentuh Hati, DPRD Palu Gelar Doa Khusus Korban Kerusuhan
Salah satunya berlangsung di Kantor Kecamatan Palu Barat, Jl. WR Supratman, Kota Palu.
Sejak pagi, warga sudah antre untuk mendapatkan bahan pokok bersubsidi.
Beras, gula pasir, dan minyak goreng jadi barang yang paling diburu.
Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari pasaran.
Beras ukuran 5 kilogram dilepas seharga Rp60 ribu. Gula pasir dijual Rp17.700 per kilogram, sedangkan minyak goreng Rp15.700 per liter. Syaratnya cukup membawa KTP.
Camat Palu Barat, Khomaeni, menyebut stok yang tersedia cukup besar.
“Untuk beras ada satu ton, kemudian minyak 250 kilogram, dan gula pasir 600 kilogram,” ujarnya diwawancarai media ini di lokasi Gerakan Pangan Murah.
Ia menegaskan, stok bisa ditambah bila permintaan meningkat.
Menurutnya, gerakan pangan murah ini merupakan upaya pemerintah menjaga stabilitas harga di pasaran.
Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean. Surianto, warga Kelurahan Siranindi, mengaku terbantu.
“Kita bersyukurlah adanya beras murah, banyak membantu warga. Kalau di pasar 5 kilogram itu bisa sampai Rp70 ribu,” ucapnya.
Senada, Sumasniati, warga Kelurahan Kamonji, juga merasa kegiatan ini bermanfaat.
Ia berharap gerakan pangan murah bisa digelar lebih sering.
“Bagus sih, membantu sekali. Kalau bisa diperpanjang, lebih sering,” katanya.
Di Palu Barat, kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari.
Pemerintah berharap kebutuhan warga terpenuhi dan situasi tetap kondusif. (Rul/Nl)










