- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
AHY Tegaskan Tata Ruang dan Konektivitas Kunci Pembangunan Inklusif di Sulawesi Tengah

Keterangan Gambar : AHY saat melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Tengah, Rabu (9/7). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Donggala – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya perencanaan tata ruang dan penguatan konektivitas antarwilayah dalam mendukung pembangunan yang adil dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.
Hal ini disampaikan AHY saat kunjungan kerjanya di Sulawesi Tengah, Rabu (9/7), bersama Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Donggala, serta para kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota.
Baca Lainnya :
- Terpesona dengan Danau Paisupok, AHY: Sekali-Kali Wisata, Jangan Kerja Terus
- Jatam Sulteng Adukan Tambang Ilegal Poboya ke Komnas HAM Sulteng, Desak Penegakan Hukum Serius
- PTSL Sulteng Tembus 95 Persen, Warga dan Lembaga Nikmati Kepastian Hukum Tanah
- 49 Ribu Mahasiswa Sulteng Lolos Seleksi Awal Beasiswa Berani Cerdas, Baru 7.396 Unggah Berkas
- Jembatan Vital Nelayan Desa Towale Donggala Rusak, Nelayan Sulit Bawa Ikan ke Jalan Raya
“Kami hadir untuk besok menyelenggarakan rapat koordinasi yang menghadirkan para gubernur yang ada di kawasan Sulawesi dan Indonesia bagian timur. Untuk membahas pembangunan ke depan yang didasarkan pada tata ruang wilayah yang juga kita susun dan siapkan bersama-sama,” ujar AHY kepada awak media.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata.
Pembangunan ke depan, tegasnya, harus berpijak pada keseimbangan antara pertumbuhan, pemerataan, dan pelestarian lingkungan.
“Tata ruang menjadi dasar pembangunan. Ke depan kita harus terus menyeimbangkan kepentingan kita untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tapi juga dipastikan harus berkeadilan. Artinya, kesejahteraan harus terdistribusi dengan baik bagi seluruh masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan alam,” ucapnya.
Dalam kunjungan itu, AHY juga meninjau langsung fasilitas terminal penumpang di Pelabuhan Donggala.
Ia mengapresiasi kondisi pelabuhan yang dinilainya telah berkembang dan memiliki peran penting dalam mendorong mobilitas masyarakat maupun logistik.
“Bersama jajaran Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan, melihat fasilitas yang baik ini sudah begitu megah. Mudah-mudahan bisa semakin maju dan berkembang, terutama untuk mobilitas transportasi laut bagi para penumpang, bagi masyarakat, termasuk juga untuk mendukung perputaran barang dan jasa,” kata AHY.
Ia menegaskan bahwa Kemenko IPK berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna mendukung transformasi ekonomi nasional.
Konektivitas, menurut AHY, merupakan elemen penting untuk mempercepat distribusi hasil produksi dan membuka peluang hilirisasi di daerah.
“Konektivitas adalah elemen paling penting dalam transformasi ekonomi. Kita tahu Sulteng memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Bagaimana ini memiliki nilai tambah, maka dipastikan harus terjadi proses hilirisasi yang baik. Tapi juga memastikan konektivitas bisa mempercepat proses distribusi sehingga akan semakin memperbesar nilai ekonomi bagi daerah dan berkontribusi secara nasional,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, sektor pariwisata akan ikut terdorong bila transformasi ekonomi dan infrastruktur dapat berjalan secara merata di kawasan timur Indonesia. (Rul)










