- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
Jembatan Vital Nelayan Desa Towale Donggala Rusak, Nelayan Sulit Bawa Ikan ke Jalan Raya

Keterangan Gambar : Jembatan penghubung vital bagi nelayan di Dusun 3 Simbe, Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, ambruk akibat banjir pada Senin (7/7/2025). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Donggala – Jembatan penghubung vital bagi nelayan di Dusun 3 Simbe, Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, ambruk akibat banjir pada Senin (7/7/2025).
Jembatan tersebut merupakan jalur utama bagi warga, terutama nelayan, untuk membawa hasil tangkapan ke jalan raya.
Baca Lainnya :
- Setelah Sehari Pencarian, Korban Sungai Mamara Donggala Ditemukan Tak Bernyawa
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
- Warung Makan Mas Joko di Pasigala Kompak Naikkan Harga Mulai 7 Juli
- Dengan Khidmat, Masyarakat Donggala Kembali Mandikan Bulava Mpongeo
- Slot Gacor, Withdraw Cepat
Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Donggala dalam beberapa waktu terakhir memicu banjir di sejumlah titik, termasuk di Desa Towale. Bagian ujung jembatan Simbe ambruk terseret arus, menyulitkan akses warga.
Untuk sementara, warga berinisiatif menumpuk pasir dan karung di bagian yang jebol sebagai jalur darurat agar jembatan masih bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
“Saat banjir kemarin jembatan ini ambruk, jadi kami taruh pasir supaya bisa dilewati, meskipun tetap susah,” ujar Rudi, nelayan setempat kepada LikeIndonesia.com Selasa, (8/7/2025).
Bagi nelayan, kondisi ini sangat menyulitkan. Jembatan tersebut menjadi akses utama untuk mengangkut ikan menggunakan motor dan termos pendingin. Alternatif jalur lain lewat jalan Pusat Laut memerlukan jarak tempuh lebih jauh dan mendaki medan berat di Tanah Lei.
“Kalau bawa gabus ikan naik motor lewat sini, jelas susah. Jalan lain terlalu jauh dan berat. Kami butuh jembatan ini,” lanjut Rudi.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Donggala segera melakukan perbaikan permanen agar aktivitas nelayan tidak lumpuh dan kondisi tidak memburuk saat hujan deras kembali turun.
“Kami harap jembatan ini cepat diperbaiki sebelum makin parah,” tegasnya. (Bim)










