- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Setelah Sehari Pencarian, Korban Sungai Mamara Donggala Ditemukan Tak Bernyawa

Keterangan Gambar : Proses evakuasi korban terseret arus Sungai Mamara, Kabupaten Donggala. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Donggala – Warga Desa Lumbumamara, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, yang dilaporkan hilang akibat terseret arus Sungai Mamara, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban bernama Taharudin (61 th) ditemukan oleh tim SAR gabungan di pesisir pantai Desa Lembasada, berjarak sekitar 8 kilometer dari lokasi awal kejadian, pada Selasa (8/7/2025) pukul 16.30 WITA.
Baca Lainnya :
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
- Warung Makan Mas Joko di Pasigala Kompak Naikkan Harga Mulai 7 Juli
- Dengan Khidmat, Masyarakat Donggala Kembali Mandikan Bulava Mpongeo
- Slot Gacor, Withdraw Cepat
- Game Slot Gacor Terbaik
Diketahui, korban terseret arus saat menyeberangi Sungai Mamara pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 17.00 WITA untuk mengambil ternaknya di seberang sungai. Saat kejadian, hujan deras mengguyur wilayah tersebut sehingga arus sungai menjadi deras dan berbahaya.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah keluarga,” ujar Arifuddin, Koordinator Lapangan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu.
Pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Palu, BPBD Donggala, Polsek Banawa Selatan, Babinsa, aparat desa, keluarga korban, dan warga setempat. Pencarian dilakukan secara intensif sejak malam hari hingga korban ditemukan keesokan harinya.
"Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing" tutup Arifuddin. (Bim)










