- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
DPD RI Dukung Sulteng Jadi Simpul Logistik Nasional, Andhika: Mimpi Besar yang Harus Kita Wujudkan

Keterangan Gambar : Anggota DPD RI, Andhika Mayrizal Amir, S.H, M.Kn. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu – Usulan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang meminta agar Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai salah satu simpul logistik nasional mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia.
Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan tersebut hingga ke pemerintah pusat. Menurut Andhika, mimpi besar ini perlu diwujudkan bersama untuk mendorong pemerataan pembangunan di Sulteng.
“Sebagai perwakilan daerah, saya sangat setuju dengan apa yang menjadi usulan Bapak Gubernur Sulawesi Tengah tersebut. Itu adalah mimpi besar dari para pemimpin terdahulu yang kini harus kita wujudkan bersama,” ujar Andhika, dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/7/2025).
Baca Lainnya :
- Buruh PT DSI Menang Setelah 7 Jam Aksi Damai, Dua Pekerja Batal Di-PHK
- Pascabencana, Menko IPK AHY: Infrastruktur di Sulteng Harus Tangguh Terhadap Bencana
- Forum Koordinasi Sulawesi, AHY Dorong Tata Ruang Jadi Dasar Kebijakan
- AHY Tegaskan Tata Ruang dan Konektivitas Kunci Pembangunan Inklusif di Sulawesi Tengah
- Terpesona dengan Danau Paisupok, AHY: Sekali-Kali Wisata, Jangan Kerja Terus
Gubernur Anwar Hafid sebelumnya telah menyampaikan usulan tersebut secara langsung kepada Menteri Koordinator Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat kunjungannya ke Palu.
Andhika menjelaskan, pemerataan pembangunan akan berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah. Ia menilai keberadaan infrastruktur penghubung seperti ruas Kasimbar-Tambu sangat penting untuk memangkas jarak tempuh dan biaya logistik, serta memperlancar distribusi hasil produksi industri menuju pasar domestik maupun ekspor.
Tak hanya itu, Andhika juga menyoroti pentingnya membuka jalur alternatif selain Kebun Kopi yang selama ini menjadi akses utama menuju wilayah strategis seperti Makassar, Sulawesi Utara, Morowali, dan Banggai.
“Mulai sekarang memang harus dipikirkan jalur alternatif. Ketergantungan pada satu akses utama seperti Kebun Kopi berisiko besar, apalagi jika terjadi bencana atau hambatan distribusi,” tambahnya.
Sebagai representasi daerah di tingkat nasional, Andhika memastikan akan memperjuangkan usulan simpul logistik nasional ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam realisasi delapan program prioritas nasional atau Asta Cita, salah satunya pemerataan pembangunan wilayah.
“Kami di DPD RI akan menjadikan ini prioritas dalam komunikasi dengan kementerian teknis dan lembaga negara lainnya,” tutupnya. (Nul)










