- Gubernur Sulteng Percepat Penanganan Karhutla yang Hampir Dekati Rumah Warga di Poso
- Di Tengah Tekanan Inflasi, 5.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Keluarga Desil 1-4 di Morowali Utara
- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
Gubernur Sulteng Percepat Penanganan Karhutla yang Hampir Dekati Rumah Warga di Poso

Keterangan Gambar : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perbatasan Desa Wuasa-Kaduwa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Istimewa)
Likeindonesia.com, POSO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perbatasan Desa Wuasa-Kaduwa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, sempat hampir mendekati permukiman warga pada Sabtu (24/10/2026). Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng untuk mempercepat penanganan kebakaran.
BPBD Sulteng mengerahkan personel, mobil pemadam kebakaran, dan tangki air guna mendukung pemadaman serta mencegah api meluas ke permukiman dan kebun masyarakat.
Baca Lainnya :
Anwar Hafid menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi perhatian utama dalam penanganan karhutla. Ia juga meminta petugas tetap memantau kawasan tersebut untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru.
“Saya telah memerintahkan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk segera mengerahkan personel dan peralatan yang dibutuhkan guna memastikan kebakaran dapat ditangani dengan cepat. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegas Anwar Hafid.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan di lokasi sejak Kamis pekan lalu. Namun, berdasarkan laporan masyarakat, kebakaran kembali muncul dan sempat mendekati permukiman warga.
“Sejak Kamis pekan lalu, personel kami sudah turun untuk memastikan api benar-benar padam. Namun, kami kembali menerima laporan dari masyarakat mengenai munculnya kebakaran di kawasan hutan yang hampir mendekati permukiman warga. Kondisi tersebut berhasil diatasi, dan kami terus melakukan langkah antisipasi agar api tidak meluas,” ujar Asbudianto.
Untuk memperkuat penanganan, BPBD Sulteng berkoordinasi dengan camat dan masyarakat setempat. Personel juga akan difokuskan pada area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran agar penanganan dapat menjangkau titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi penyebaran api.
“Personel akan kami fokuskan di titik-titik yang tidak dapat diakses mobil pemadam. Kami juga terus berkoordinasi dengan camat dan masyarakat setempat agar upaya pemadaman dan pemantauan berjalan optimal. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru,” tambah Asbudianto.
Pemantauan di kawasan perbatasan Desa Wuasa-Kaduwa akan terus dilakukan bersama pemerintah setempat dan masyarakat. Upaya ini ditujukan untuk mengantisipasi kebakaran susulan sekaligus melindungi permukiman, kebun, dan aktivitas warga di sekitar lokasi. (nul)









