- Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah
- 8 Tahun Dikira Meninggal akibat Tsunami Palu, Jumaidin Tiba-tiba Pulang ke Kampung di Tojo Una-Una
- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hadapi Kemarau dan Karhutla, Serukan Salat Istisqa hingga Muhasabah

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: Muhammadiyah.or.id)
Likeindonesia.com, JAKARTA - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan maklumat berisi seruan pelaksanaan salat istisqa, muhasabah, dan ikhtiar bersama untuk menghadapi kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Maklumat Nomor 2/MLM/I.1/E/2026 tersebut ditetapkan pada 20 Oktober 2026. Dalam maklumat itu, Muhammadiyah menyerukan pelaksanaan salat istisqa, terutama bagi warga di daerah yang mengalami kekeringan dan karhutla.
Baca Lainnya :
- Kemenag Bakal Gelar Nikah Massal di Seluruh Kota, Gratis Biaya Make Up hingga Mahar
- Neo Japan Peringatkan: Ulah Oknum WNI Bisa Tutup Peluang Ribuan Pekerja di Jepang
- Atlet PON Riau Kecewa, Bonus Tak Cair Sementara Bocah Aura Farming Dapat Rp20 Juta
- Pendiri Twitter Luncurkan Bitchat, Solusi Komunikasi Saat Internet Mati
- Tarif 32 Persen AS Mengancam Industri RI, Presiden Kirim Menko Perekonomian Untuk Negosiasi
“Warga Muhammadiyah, terutama di daerah yang mengalami kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, diserukan menyelenggarakan salat istisqā’ berjamaah di tanah lapang,” demikian bunyi poin pertama maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Bagi yang belum dapat melaksanakan salat istisqa di tanah lapang, permohonan hujan dapat dilakukan melalui doa dalam khutbah Jumat, doa bersama di masjid, atau doa secara perorangan.
Selain itu, Muhammadiyah menyerukan umat Islam untuk memperbanyak istigfar, bertobat dengan sungguh-sungguh, meninggalkan perbuatan maksiat, menyelesaikan hak dan kewajiban kepada sesama, serta memperbanyak sedekah, terutama bagi masyarakat terdampak.
“Sebelum dan sesudah istisqā’, setiap muslim hendaknya memperbanyak istigfar, bertobat dengan sungguh-sungguh, meninggalkan perbuatan maksiat, menyelesaikan hak dan kewajiban kepada sesama, serta memperbanyak sedekah terutama untuk warga yang terdampak,” demikian isi poin keempat maklumat tersebut.
Muhammadiyah juga mengajak masyarakat melakukan muhasabah, baik secara pribadi maupun sebagai bangsa. Kemarau panjang, kekeringan, dan karhutla dinilai menjadi pengingat pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari amanah manusia.
“Menjaga alam adalah bagian dari amanah kekhalifahan manusia,” demikian penegasan dalam poin kelima maklumat tersebut.
Doa juga ditekankan agar disertai ikhtiar nyata sesuai kemampuan masing-masing. Muhammadiyah mendukung upaya pemadaman dan pencegahan karhutla, penegakan hukum secara adil terhadap pelaku pembakaran, serta pemenuhan kebutuhan air bersih dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Dalam poin keenam, maklumat tersebut menyebutkan bahwa Majelis Tarjih dan Tajdid mendukung para pemangku kebijakan dalam memperkuat pemadaman dan pencegahan kebakaran, menegakkan hukum secara adil terhadap pelaku pembakaran, serta menjamin ketersediaan air bersih dan layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Di wilayah dengan kualitas udara buruk akibat asap, penyelenggaraan salat istisqa juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat. Warga dianjurkan menggunakan masker, sementara anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan dapat berdoa dari rumah. Salat istisqa juga dapat dipindahkan ke masjid atau dilakukan melalui doa.
Muhammadiyah turut mengajak masyarakat di daerah yang telah memperoleh hujan untuk mendoakan wilayah lain yang masih mengalami kekeringan dan terdampak asap.
Apabila hujan belum turun setelah salat istisqa, umat Islam dianjurkan tetap berprasangka baik kepada Allah dan melanjutkan doa. Sementara itu, ketika hujan turun, masyarakat dianjurkan memperbanyak syukur dan tetap waspada terhadap potensi banjir serta longsor setelah kemarau panjang. (nul)









