- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
- Rupiah Makin Melemah, Kurs Dolar Menyentuh Rp18.000 Hari Ini
Indonesia Akhirnya Punya Hotel di Makkah, Baru Bisa Digunakan Mulai Haji 2027

Keterangan Gambar : Ka
Likeindonesia.com, Jakarta - Indonesia akhirnya resmi memiliki hotel sendiri di Makkah, Arab Saudi. Hotel ini ditargetkan mulai digunakan untuk melayani jemaah haji Indonesia pada musim haji 2027.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf atau Gus Irfan.
Baca Lainnya :
- Survei Kemenag: Gen Z Jadi Generasi Paling Toleran Dibanding Milenial
- Pacaran yang Berujung Dibawa Kabur Tanpa Izin Orang Tua Kini Bisa Dipenjara 6 Tahun
- Gaji hingga Rp10 Juta Aman, PPh 21 Ditanggung Pemerintah Selama 2026
- Aturan Baru KUHP Berlaku, Menghina Pejabat Bisa Dipidana
- KUHP Baru Berlaku, Seks di Luar Nikah Resmi Dipidana hingga Satu Tahun Penjara
“Kemungkinan 2027 baru bisa,” kata Gus Irfan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026), dikutip dari cnnindonesia.com.
Kepemilikan hotel tersebut menjadi bagian dari proyek besar Kampung Haji Indonesia di Makkah.
Sementara itu, dilansir dari detik.com, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut pencapaian ini sebagai sejarah baru, mengingat untuk pertama kalinya Indonesia memiliki aset hotel sendiri di Kota Suci.
“Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab,” kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).
Prasetyo menjelaskan, keberhasilan ini tak lepas dari perubahan kebijakan pemerintah Arab Saudi yang kini membuka peluang bagi negara asing untuk memiliki aset di wilayahnya.
“Untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara bila bisa memiliki aset di Arab Saudi. Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,” katanya.
Sebelumnya, kabar kepemilikan hotel Indonesia di Makkah dilaporkan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, dalam forum retret kabinet. Pemerintah menilai pencapaian tersebut sebagai hasil diplomasi yang kuat di tingkat internasional.
“Jadi Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan Kampung Haji Indonesia di Makkah. Pembangunan proyek tersebut ditargetkan mulai pada kuartal keempat 2026, dengan kawasan Tahrir yang masih dalam tahap survei.
Dalam pengembangannya, Danantara Indonesia menyiapkan anggaran sebesar US$800 juta atau sekitar Rp13,34 triliun untuk membangun 13 tower hotel lengkap dengan pusat perbelanjaan.
Selain itu, Indonesia juga telah membeli Novotel Makkah Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Hotel tersebut memiliki tiga tower dengan total 1.461 kamar.
Ke depan, dengan tambahan 13 tower baru, kapasitas hotel Indonesia di Makkah diproyeksikan mencapai sekitar 6.025 kamar dan mampu menampung hingga 23 ribu jemaah haji. (Nul/Nl)










