- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
Mudik Lebaran di Sulteng Dijaga 3.739 Personel, 92 Pos Pengamanan Disiapkan Polda Sulteng

Keterangan Gambar : Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi alam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Palu, Selasa (10/3/2026). (Foto : Bidhumas Polda Sulteng)
Likeindonesia.com, Palu — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah mulai mematangkan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Sebanyak 3.739 personel gabungan akan diterjunkan dalam Operasi Ketupat Tinombala 2026, dengan dukungan 92 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai daerah.
Baca Lainnya :
- Krisis Air Bersih di Luwuk Banggai Disorot, Pemerintah Daerah Diminta Perbaiki Pelayanan
- Dua Batalyon Infanteri Teritorial Baru Dibentuk, Berbasis di Polman dan Parigi Moutong
- Gubernur Sulteng Turunkan Tim Investigasi untuk Cek Aktivitas Tambang di Dongi-Dongi
- Komnas HAM Sulteng Desak Pemkab Morowali Utara Segera Perbaiki Jalan Korolama–Koromatantu
- AirAsia Resmi Mengudara di Palu, Gubernur Harap Rute Penerbangan Terus Bertambah
Persiapan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Palu, Selasa (10/3/2026).
Rakor dipimpin Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi dan dihadiri unsur Forkopimda serta berbagai instansi terkait.
Kapolda Sulteng mengatakan, momen Idul Fitri selalu memicu lonjakan mobilitas masyarakat.
Banyak warga memanfaatkan libur lebaran untuk pulang kampung, bersilaturahmi hingga berlibur bersama keluarga.
“Momentum Idul Fitri ini dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya aktivitas dan pergerakan masyarakat secara masif,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama musim mudik tahun ini diperkirakan mencapai 50,6 persen dari total populasi Indonesia atau sekitar 143,9 juta orang.
Untuk mengamankan aktivitas tersebut, Polda Sulteng menyiapkan 3.739 personel gabungan, terdiri dari 1.566 personel Polri, 399 personel TNI, serta 1.774 personel dari instansi dan stakeholder terkait.
Operasi Ketupat Tinombala 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Selain personel, kepolisian juga akan mendirikan 92 pos pengamanan dan pelayanan di berbagai titik strategis di wilayah Sulawesi Tengah.
“Pos tersebut terdiri dari 58 Pos Pengamanan (Pos Pam) yang difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pencegahan tindak pidana, serta penanganan gangguan keamanan,” terangnya.
Sementara itu, 19 Pos Pelayanan (Pos Yan) disiapkan untuk membantu masyarakat, mulai dari menyediakan informasi perjalanan, bantuan medis hingga tempat beristirahat bagi para pemudik.
Sedangkan 15 Pos Terpadu akan dioperasikan bersama lintas instansi untuk memberikan layanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan pengemudi guna mencegah kecelakaan lalu lintas.
“Seluruh pos tersebut akan mengamankan 4.630 objek pengamanan, meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat,” jelasnya.
Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi selama operasi berlangsung.
Ia meminta seluruh pihak memetakan potensi kerawanan sejak dini serta memperkuat koordinasi di lapangan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga diminta terus digencarkan, baik melalui media sosial, media elektronik, maupun media cetak, agar masyarakat dapat menjalani mudik dengan aman dan tertib.
“Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” tutupnya. (Rul/Nl)










