Mudik Lebaran di Sulteng Dijaga 3.739 Personel, 92 Pos Pengamanan Disiapkan Polda Sulteng

By Inul Irfani 11 Mar 2026, 10:10:55 WIB Daerah
Mudik Lebaran di Sulteng Dijaga 3.739 Personel, 92 Pos Pengamanan Disiapkan Polda Sulteng

Keterangan Gambar : Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi alam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Palu, Selasa (10/3/2026). (Foto : Bidhumas Polda Sulteng)


Likeindonesia.com, Palu — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah mulai mematangkan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.


Sebanyak 3.739 personel gabungan akan diterjunkan dalam Operasi Ketupat Tinombala 2026, dengan dukungan 92 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai daerah.

Baca Lainnya :


Persiapan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Palu, Selasa (10/3/2026). 


Rakor dipimpin Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi dan dihadiri unsur Forkopimda serta berbagai instansi terkait.


Kapolda Sulteng mengatakan, momen Idul Fitri selalu memicu lonjakan mobilitas masyarakat.


Banyak warga memanfaatkan libur lebaran untuk pulang kampung, bersilaturahmi hingga berlibur bersama keluarga.


“Momentum Idul Fitri ini dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya aktivitas dan pergerakan masyarakat secara masif,” ujarnya.


Menurutnya, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama musim mudik tahun ini diperkirakan mencapai 50,6 persen dari total populasi Indonesia atau sekitar 143,9 juta orang.


Untuk mengamankan aktivitas tersebut, Polda Sulteng menyiapkan 3.739 personel gabungan, terdiri dari 1.566 personel Polri, 399 personel TNI, serta 1.774 personel dari instansi dan stakeholder terkait.


Operasi Ketupat Tinombala 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.


Selain personel, kepolisian juga akan mendirikan 92 pos pengamanan dan pelayanan di berbagai titik strategis di wilayah Sulawesi Tengah.


“Pos tersebut terdiri dari 58 Pos Pengamanan (Pos Pam) yang difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pencegahan tindak pidana, serta penanganan gangguan keamanan,” terangnya.


Sementara itu, 19 Pos Pelayanan (Pos Yan) disiapkan untuk membantu masyarakat, mulai dari menyediakan informasi perjalanan, bantuan medis hingga tempat beristirahat bagi para pemudik.


Sedangkan 15 Pos Terpadu akan dioperasikan bersama lintas instansi untuk memberikan layanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan pengemudi guna mencegah kecelakaan lalu lintas.


“Seluruh pos tersebut akan mengamankan 4.630 objek pengamanan, meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat,” jelasnya.


Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi selama operasi berlangsung. 


Ia meminta seluruh pihak memetakan potensi kerawanan sejak dini serta memperkuat koordinasi di lapangan.


Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga diminta terus digencarkan, baik melalui media sosial, media elektronik, maupun media cetak, agar masyarakat dapat menjalani mudik dengan aman dan tertib.


“Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” tutupnya. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.