- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Nelayan Hilang di Laut Morowali Ditemukan Selamat Setelah Sehari Pencarian

Keterangan Gambar : Seorang nelayan bernama Baharudin (50 th) ditemukan selamat oleh tim SAR gabungan, pada Senin (7/7/2025). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, MOROWALI — Seorang nelayan asal Desa Matano, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan, pada Senin pagi (7/7/2025).
Korban bernama Baharudin (50 th), diketahui pergi melaut seorang diri menggunakan perahu jenis sampan bermesin 12 PK sejak Minggu pagi (6/7/2025). Sesuai kebiasaannya, ia biasa kembali sekitar pukul 08.00 Wita. Namun hingga sore hari, korban tak kunjung kembali dan tidak bisa dihubungi, sehingga pihak keluarga melapor ke Pos SAR Morowali.
Baca Lainnya :
- Sulteng Dapat Alokasi Rp356 Miliar untuk Cetak Sawah Rakyat Seluas 10 Ribu Hektare
- Warga Tolitoli Ramai-ramai Jadi Penambang di Pantai Tinabogan, Benarkah Ada Emas?
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
- Warung Makan Mas Joko di Pasigala Kompak Naikkan Harga Mulai 7 Juli
- Pongko Dero Merapat! Dero Massal HUT Bhayangkara ke-79 Goyang Heboh, Hadiah Menanti!
Rizki, pihak keluarga korban, melaporkan kejadian tersebut pada pukul 15.35 Wita. Ia menyebut bahwa upaya pencarian sempat dilakukan bersama warga, namun tidak membuahkan hasil.
Tim Rescue dari Pos SAR Morowali kemudian diberangkatkan menuju perairan Desa Matano pada pukul 15.55 Wita, dengan membawa perahu karet, perlengkapan SAR air, alat komunikasi, navigasi, serta dukungan medis.
Setelah melakukan penyisiran hingga pukul 18.00 Wita, operasi pencarian hari pertama dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali keesokan paginya. Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah sempat terombang-ambing di tengah laut akibat cuaca buruk, pada Senin (7/7/2025).
Korban ditemukan berada di sekitar 2 mil laut dari lokasi awal dilaporkan hilang. Tim Rescue dari Pos SAR Morowali langsung mengevakuasi korban menggunakan perahu karet dan dibawa ke daratan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Alhamdulillah, korban berhasil kami temukan dalam keadaan selamat. Selanjutnya korban dievakuasi ke Desa Matano dan telah kami serahkan kepada pihak keluarga,” ujar Chiswanto Syarif, Koordinator Lapangan Operasi SAR.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muhammad Rizal, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan dengan mengerahkan personel Pos SAR Morowali bersama potensi SAR lain seperti aparat desa, TNI-Polri, dan warga sekitar.
“Kami langsung mengerahkan tim SAR ke lokasi setelah laporan masuk. Hingga sore pencarian belum membuahkan hasil. Pencarian akan dilanjutkan pagi ini. Semoga cuaca bersahabat dan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” katanya saat operasi berlangsung, Minggu sore.
Usai korban ditemukan, ia juga kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi para nelayan maupun warga yang beraktivitas di laut.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas, terutama di laut. Cuaca saat ini cukup dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Mohon selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melaut atau bepergian menggunakan transportasi air,” tegas Rizal. (Bim)










