Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

By Inul Irfani 27 Jul 2026, 14:02:56 WIB Seni & Budaya
Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Keterangan Gambar : Adi C.W. Atmaja selaku penanggung jawab, menggelar Sarasehan dan Dialog Kebudayaan bertajuk Dari Ingatan ke Pengakuan, Minggu (26/7/2026). (Foto: Ist)


Likeindonesia.com, PALU — Kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal mendorong sejumlah peneliti muda di Kota Palu menggelar Sarasehan dan Dialog Kebudayaan bertajuk Dari Ingatan ke Pengakuan, Minggu (26/7/2026).


Kegiatan ini menjadi ruang pemaparan hasil riset mengenai tradisi lisan Nompaova yang disusun sebagai basis data pendukung pengusulan tradisi tersebut sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Baca Lainnya :


Sarasehan diinisiasi oleh peneliti muda kategori perseorangan, yakni Adi C.W. Atmaja selaku penanggung jawab program, Nur Amri Firmansyah sebagai peneliti antropologi, Muhammad Welderahmat sebagai peneliti etnomusikologi, Annisa Saskia Putri dari Program Studi Sastra Indonesia, serta Iksam Djoraimi sebagai pemerhati budaya Kaili.


Dalam pemaparannya, para peneliti menjelaskan hasil kajian dari perspektif antropologi dan etnomusikologi yang menunjukkan bahwa Nompaova bukan sekadar nyanyian pengantar tidur bagi anak. 


Tradisi lisan ini disebut menyimpan berbagai nilai luhur, mulai dari doa dan harapan orang tua, ikatan emosional dalam keluarga, nasihat kehidupan, hingga nilai-nilai budaya masyarakat Kaili yang diwariskan dari generasi ke generasi.


“Pengakuan WBTB bagi Nompaova bukan untuk memuseumkan tradisi, melainkan mengembalikannya ke ayunan keluarga Kaili. Menyelamatkan Nompaova berarti merawat cara manusia Kaili mencintai, berdoa, dan berbahasa sejak dari buaian,” ujar Adi C.W. Atmaja.


Kegiatan ini dihadiri tokoh adat, akademisi, pemerhati budaya, serta mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Tengah. Diskusi berlangsung interaktif dan menghasilkan berbagai masukan konstruktif untuk memperkuat proses pengusulan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke tingkat kementerian.


Melalui inisiatif ini, para penggagas berharap riset-riset independen mengenai kebudayaan lokal dapat terus berkembang dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun masyarakat. 


Adapun penetapan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda diharapkan tidak hanya menjadi pengakuan administratif, tetapi juga mampu memicu gerakan pelestarian budaya yang berkelanjutan di Tanah Kaili. 


(oji/nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.