- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
- Hingga Pukul 05.30 WITA, Gempa Susulan Pascagempa M 6,7 Capai 419 Kali
- BMKG Laporkan 177 Gempa Susulan hingga Pukul 20.00 WITA, 70 Kali Dirasakan Warga
- BPJN Sulteng Pastikan Sejumlah Jembatan di Palu hingga Jalan Kebun Kopi Aman Pascagempa M 6,7
- BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- Gubernur Instruksikan Tanggap Darurat Usai Gempa M 6,7, Tenaga Medis Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- Empat Atlet Junior Sulteng Berlaga di Asian OWS Bali
PFI Palu Siapkan Pameran Foto Asa di Atas Patahan, Peringati 7 Tahun Bencana

Keterangan Gambar : PFI Palu akan menggelar pameran foto jurnalistik bertajuk “Asa di Atas Patahan” pada 15–18 September 2025 di Palu Grand Mall (PGM). (Foto: Aset PFI Palu)
Likeindonesia.com, Palu – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu akan menggelar pameran foto jurnalistik bertajuk “Asa di Atas Patahan” dalam rangka memperingati tujuh tahun peristiwa gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Kota Palu dan sekitarnya.
Pameran ini dijadwalkan berlangsung pada 15–18 September 2025 di Palu Grand Mall (PGM).
Baca Lainnya :
- Pasar Tani Sulteng, Etalase Produk Petani dan UMKM Lokal
- Banyak Untung Pakai DFSK Super Cab, Kini Hadir dengan Promo Spesial di Palu
- AMSI Sulteng Sesalkan Sikap Komika Ichal Kate, Tak Mau Konfirmasi Tapi Lecehkan Media
- Mahasiswa Untad Adu Bakat Jadi News Anchor di Pekan Ilmu Komunikasi
- Satu Korban Gempa Poso Dirujuk ke RSUD Undata Palu, Jalani Operasi Kepala
Ketua PFI Palu, Muhammad Rifki, menyampaikan pameran terbuka untuk siapa saja, baik jurnalis foto maupun penggiat fotografi dari dalam dan luar negeri.
Karya bisa dikirimkan melalui alamat email palu.pfi@gmail.com.
“Jadi pameran foto jurnalistik ini terbuka untuk umum, selain intern PFI Palu, juga secara khusus mengundang seluruh pewarta foto baik itu di dalam maupun luar negeri sekaligus para penggiat fotografi,” kata Rifki di Palu, Rabu (19/8/2025).
Ia menegaskan, pameran bersifat partisipatif dan tidak berorientasi komersial.
Namun jika ada karya yang diminati pengunjung, pihak PFI akan menghubungkan langsung kepada pemilik foto sebagai pemegang hak cipta.
Rifki menambahkan, setiap peserta yang mengirimkan karya tidak akan dipungut biaya.
Semua karya yang masuk akan melalui proses kurasi oleh tim kurator PFI Palu, di antaranya pewarta foto senior Basri Marzuki dan Zainuddin MN.
“Karena memang kita memiliki ruang dan pembiayaan terbatas, jadi seluruh karya yang masuk itu akan melalui proses kurasi terutama dari segi kesesuaian tema pameran,” ujarnya.
Menurut Rifki, tema “Asa di Atas Patahan” dipilih untuk merefleksikan proses membangun kembali kehidupan pascabencana.
Selain itu, pameran ini diharapkan bisa menjadi pengingat pentingnya kesadaran mitigasi bencana.
“Karena memang pameran ini bukan sekadar mengenang duka, melainkan menjadi sebuah simbol ketangguhan jiwa manusia, kekuatan gotong royong dan visi untuk masa depan Pasigala yang lebih siap dan lebih kuat,” pungkas Rifki. (Rul)










