- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Retret Kepsek di Palu, Anwar Hafid Ajak Sekolah Biasakan Siswa Salat Berjamaah

Keterangan Gambar : Kegiatan retret kepala sekolah digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Sabtu (4/4/2026). (Foto : Humas Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengajak sekolah untuk membiasakan siswa melaksanakan salat berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan akhlak.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan retret kepala sekolah yang digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Sabtu (4/4/2026).
Baca Lainnya :
- Arnilla HM Ali Dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Sulteng
- Pusat Dorong Percepatan RTRW dan LP2B, Sulteng Target Tuntas 2026
- PSMTI Sulteng Sediakan Posko Makan Minum Gratis untuk Jemaah Haul Guru Tua
- DPRD Palu Percepat Pembahasan Ranperda Pajak dan Retribusi untuk Dongkrak PAD 2026
- Produk Karya Warga Binaan Dipasarkan di Lounge Imigrasi Palu
Dalam arahannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan nilai-nilai spiritual.
Ia menilai, membiasakan siswa salat berjamaah menjadi salah satu langkah sederhana namun berdampak besar dalam membentuk karakter generasi muda.
“Ajak anak-anak sekolah untuk salat berjamaah. Bikin kreativitas, tidak usah takut,” ujarnya.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan karakter dan keberkahan dalam kehidupan, termasuk di lingkungan pendidikan.
Anwar Hafid juga mengingatkan bahwa pendekatan dalam dunia pendidikan tidak boleh mengandalkan kekerasan, melainkan harus mengedepankan akhlak, keteladanan, dan doa.
“Tidak ada metode pendidikan dengan kekerasan, yang ada hanya dengan akhlak, dengan doa,” tegasnya.
Selain itu, ia turut mendorong penguatan program “Sulteng Mengaji” sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan siswa dengan nilai-nilai keagamaan.
Ia optimistis, dengan sinergi antara pendidikan dan nilai keagamaan, masa depan pendidikan di Bumi Tadulako akan semakin baik.
Retret kepala sekolah ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah yang akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari strategi membangun “Sulteng Berkah”, yakni Sulawesi Tengah yang maju secara material sekaligus kuat secara spiritual.
“Insya Allah pendidikan di Sulawesi Tengah ini akan maju, mulai dari masjid, mulai dari rumah-rumah ibadah,” pungkas Anwar Hafid. (nul)










