- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Sanggar Seni Kalena Rayakan Satu Dekade Lewat Pentas Seni PENA

Keterangan Gambar : Sanggar Seni Kalena, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, menggelar pentas seni tahunan bertajuk PENA di halaman Kantor RRI Palu, Jalan Kartini, Sabtu (6/9) malam. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Sanggar Seni Kalena, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, menggelar pentas seni tahunan bertajuk Pentas Seni Kalena (PENA) di halaman Kantor RRI Palu, Jalan Kartini, Sabtu (6/9) malam.
Pentas ini sekaligus memperingati dies natalis Sanggar Seni Kalena ke-10 tahun alias satu dekade.
Baca Lainnya :
- Petugas Rutan Palu Gagalkan Penyelundupan Sabu oleh Pengunjung Bercadar
- Porkot Palu 2025: 75 Peserta Adu Kecepatan di Arena BMX
- Unik! Pengguna Knalpot Brong di Palu akan Didenda Seekor Kambing
- Atlet Muda Panjat Tebing Beradu di Porkot Palu 2025, Menuju Porprov 2026
- BI Catat Inflasi Sulteng Jadi Nomor Dua Tertinggi se-Indonesia
Sejumlah penampilan ditampilkan, mulai dari musik, tarian daerah, teater, hingga tari massal.
Ketua Umum Sanggar Seni Kalena, Rajul Fajrin Hidayatullah, mengatakan PENA menjadi agenda rutin tahunan, dimana kali ini dirangkai dengan perayaan satu dekade sanggar.
“Pena itu kegiatan tahunan dengan beberapa penampilan, ada tari, musik, teater, dan tari massal,” jelasnya kepada media ini saat diwawancarai di lokasi.
Ia menambahkan, pentas seni ini juga menjadi cara untuk memperkenalkan seni kepada masyarakat, terutama mahasiswa baru.
Sanggar Seni Kalena berharap karya seni terus hidup di kampus.
Harapannya, kata Rajul, agar sanggar tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus melahirkan karya baru yang bisa dinikmati penikmat seni.
Acara ini disaksikan ratusan mahasiswa dan masyarakat Kota Palu.
Antusias penonton terlihat sejak awal penampilan.
Salah seorang penonton, Nuralviana Putri, menilai musik pembuka berhasil menarik perhatian.
“Kalau dari saya sebagai penonton, tadi waktu awal-awal kan musik, itu lebih menarik perhatian penonton. Saya rasa itu cara mereka buat menarik penonton,” ujarnya.
Ia juga mengaku kagum dengan detail gerak pada tarian serta pesan yang disampaikan melalui teater.
Menurutnya, seluruh rangkaian penampilan sangat menghibur.
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dan kehadiran stan UMKM yang menjajakan produk lokal. (Rul)










