- KONI Sulteng Dukung 7 Atlet Panahan Berlaga di Kejurnas Senior 2026
- 10 Website Downloader untuk Pengguna yang Membutuhkan Download Video Praktis
- Pilu, Pesan Terakhir Aqib ke Ibu Sebelum Meninggal, Takut Dipukuli di Sekolah
- 8 Website bagi Pengguna yang Ingin Download Video dan Reels Instagram
- 10 Pilihan Web untuk Mengikuti Perkembangan Story dari Profil Publik
- 7 Website yang Memudahkan Kamu Mengikuti Beragam Informasi dari Aceh
- Karakteristik Permainan Digital AvandaGame yang Menyediakan Game Online Melalui Browser
- 10 Platform Download Konten Instagram yang Mendukung Berbagai Jenis Media
- 10 Platform Download Video TikTok yang Mudah Dijangkau melalui Browser
- Morowali-Palu Masuk 15 Besar Daerah dengan Biaya Hidup Termahal di Sulawesi
Sulteng Ditargetkan Bebas TB dalam Tiga Tahun ke Depan

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat menghadiri Puncak Dies Natalis Ke-9 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako sekaligus launching program Berani Magaya (Berantas Infeksi TB, Mahasiswa JaGa dan SaYAng Keluarga), di Auditorium Untad, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Sulawesi Tengah ditargetkan bebas dari Tuberkulosis (TB) dalam tiga tahun ke depan.
Target tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat menghadiri Puncak Dies Natalis Ke-9 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako sekaligus launching program Berani Magaya (Berantas Infeksi TB, Mahasiswa JaGa dan SaYAng Keluarga), di Auditorium Untad, Sabtu (22/8/2026).
Baca Lainnya :
- OJK Sulteng Buka Layanan Pengaduan untuk Korban Keuangan Ilegal
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
- Nelayan Hilang di Laut Morowali Ditemukan Selamat Setelah Sehari Pencarian
- Sulteng Dapat Alokasi Rp356 Miliar untuk Cetak Sawah Rakyat Seluas 10 Ribu Hektare
- Warga Tolitoli Ramai-ramai Jadi Penambang di Pantai Tinabogan, Benarkah Ada Emas?
“Kita berkomitmen hari ini bahwa dalam tiga tahun ke depan, Sulteng bebas TB,” tegas Anwar Hafid.
Menurutnya, target tersebut tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Pemberantasan TB membutuhkan keterlibatan perguruan tinggi, tenaga kesehatan, mahasiswa, keluarga hingga masyarakat.
Karena itu, program Berani Magaya diharapkan tidak berhenti pada seremoni peluncuran, tetapi dilanjutkan dengan gerakan nyata di lingkungan kampus, keluarga dan masyarakat.
“Kita akan koordinasikan dengan seluruh perguruan tinggi dan jajaran kesehatan supaya apa yang kita launching hari ini betul-betul bisa berjalan,” katanya.
Anwar menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam upaya pemberantasan TB. Mahasiswa dapat terlibat dalam edukasi, membantu menemukan kasus, mendampingi masyarakat serta mengingatkan keluarga mengenai pentingnya pencegahan dan pengobatan TB hingga tuntas.
Ia menegaskan, pemberantasan TB harus menjadi gerakan bersama dan dilakukan secara berkelanjutan.
Gerakan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program 9 Berani sekaligus mendukung agenda nasional pemerintah. (nul)










