- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Tiga Hari Hilang, Pemanah Ikan Hilang di Perairan Sibaluton Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan menemukan jasad pemanah ikan di Perairan Sibaluton, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 17.12 Wita. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Tolitoli - Penantian panjang keluarga Andre (40), warga Desa Sibaluton yang hilang saat memanah ikan, berakhir duka.
Tim SAR gabungan menemukan jasadnya di Perairan Sibaluton, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 17.12 Wita.
Baca Lainnya :
Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 0°45’56” N – 120°35’55” E atau kurang lebih 1 nautical mile dari lokasi awal kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Desa Sibaluton dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa bermula Kamis (21/8/2025) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu, Andre bersama rekannya pergi melaut untuk memanah ikan. Setibanya di lokasi, korban turun ke laut sementara rekannya tetap berada di atas perahu. Namun hingga pukul 22.00 Wita, Andre tak kunjung muncul kembali. Rekannya pun segera melapor kepada aparat setempat hingga operasi SAR digelar.
Proses pencarian melibatkan Unit Siaga SAR Tolitoli, Babinsa Basidondo, Polsek Basidondo, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar. Berbagai peralatan dikerahkan mulai dari perahu karet, rescue car, perahu nelayan, palsar medis, palsar evakuasi, hingga peralatan komunikasi.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 17.45 Wita, Minggu sore, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga korban.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur SAR, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah bersama-sama melakukan upaya pencarian hingga korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” pungkasnya. (Bim)










