- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
Tiga Hari Hilang, Pemanah Ikan Hilang di Perairan Sibaluton Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan menemukan jasad pemanah ikan di Perairan Sibaluton, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 17.12 Wita. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Tolitoli - Penantian panjang keluarga Andre (40), warga Desa Sibaluton yang hilang saat memanah ikan, berakhir duka.
Tim SAR gabungan menemukan jasadnya di Perairan Sibaluton, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 17.12 Wita.
Baca Lainnya :
Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 0°45’56” N – 120°35’55” E atau kurang lebih 1 nautical mile dari lokasi awal kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Desa Sibaluton dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa bermula Kamis (21/8/2025) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu, Andre bersama rekannya pergi melaut untuk memanah ikan. Setibanya di lokasi, korban turun ke laut sementara rekannya tetap berada di atas perahu. Namun hingga pukul 22.00 Wita, Andre tak kunjung muncul kembali. Rekannya pun segera melapor kepada aparat setempat hingga operasi SAR digelar.
Proses pencarian melibatkan Unit Siaga SAR Tolitoli, Babinsa Basidondo, Polsek Basidondo, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar. Berbagai peralatan dikerahkan mulai dari perahu karet, rescue car, perahu nelayan, palsar medis, palsar evakuasi, hingga peralatan komunikasi.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 17.45 Wita, Minggu sore, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga korban.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur SAR, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah bersama-sama melakukan upaya pencarian hingga korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” pungkasnya. (Bim)





.jpg)




