- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
Viral Video Jenazah Dievakuasi Pakai Motor, Bupati Donggala: Ini Pukulan Berat, Kami Akan Evaluasi

Keterangan Gambar : Bupati Donggala, Vera Elena Laruni. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Donggala — Pemerintah Kabupaten Donggala menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ariel Sharon, seorang tenaga kesehatan sekaligus penyuluh keluarga berencana (KB) yang bertugas di Kecamatan Pinembani. Almarhum meninggal dunia saat menjalankan tugas di Desa Palentuma, Kamis, (10/7/2025).
Tragisnya, jenazah almarhum terpaksa dievakuasi menggunakan sepeda motor oleh warga karena akses jalan yang rusak berat dan tidak bisa dilalui ambulans. Dalam video yang viral di media sosial Facebook, terlihat tubuh Ariel hanya dibungkus kain dan diikat di bagian belakang motor yang dikendarai seorang warga, menembus medan licin dan curam.
Baca Lainnya :
- 33 Batang Kayu Disita, Penebang Liar di Donggala Ditangkap Polisi
- Jalan Rusak Parah, Jenazah Penyuluh KB di Donggala Dievakuasi Pakai Motor
- Warga Desa Rano Donggala Keluhkan Jalan Rusak Puluhan Tahun, Minta Perhatian Serius dari Pemerintah
- AHY Tegaskan Tata Ruang dan Konektivitas Kunci Pembangunan Inklusif di Sulawesi Tengah
- Jembatan Vital Nelayan Desa Towale Donggala Rusak, Nelayan Sulit Bawa Ikan ke Jalan Raya
Kejadian ini menuai simpati dan sorotan luas dari publik, menjadi bukti nyata betapa buruknya infrastruktur di daerah terpencil dan dampaknya terhadap pelayanan kesehatan.
“Ini menjadi pukulan berat bagi kami. Kepergian almarhum menyadarkan kita betapa pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah-wilayah terpencil,” ujar Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, dalam pernyataan resminya (11/7/2025).
Olehnya Pemkab Donggala akan serius dalam mengevaluasi secara menyeluruh permasalahan yang terjadi di daerah tersebut.
“Kami benar-benar merasa sangat kehilangan. Kami akan mengevaluasi secara menyeluruh dan tegas Dinas Kesehatan serta instansi terkait atas pelayanan yang diterima almarhum,” lanjutnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemkab Donggala telah menginstruksikan langkah-langkah tindak lanjut, diantaranya:
- Memberikan dukungan moril dan administratif kepada keluarga almarhum Ariel Sharon.
- Melakukan audit terhadap fasilitas kesehatan dan layanan di Kecamatan Pinembani.
- Menyusun percepatan pembangunan akses jalan dan transportasi medis di wilayah rawan.
Vera turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum atas insiden ini dan mengajak seluruh ASN serta masyarakat Donggala untuk mengenang pengabdian Ariel Sharon sebagai simbol ketulusan dalam pelayanan.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya. (Bim)










