- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
- Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG
- ASN Bisa Lebih Hemat, BKN Siapkan Skema Bekerja Dekat Tempat Tinggal
- Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan
- Pamit Lewat Facebook, Nanik Sudaryati Deyang Umumkan Mundur sebagai Kepala BGN
- Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru, TNI-Polri Kini Dilibatkan Awasi Wajib Pajak
- Kota Palu Jadi Daerah dengan Pengeluaran Rokok Terendah di Sulteng
- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi

Keterangan Gambar : Potret warga harus menyeberangi sungai di Desa Masungkang, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, BANGGAI – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, membangun jembatan gantung di Desa Masungkang, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, menggunakan dana pribadinya agar warga tak lagi harus bertaruh nyawa saat menyeberangi sungai setiap hari.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas kondisi warga yang selama bertahun-tahun menghadapi risiko saat melintasi sungai, termasuk anak-anak yang harus menyeberang untuk berangkat ke sekolah.
Baca Lainnya :
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
- Warung Makan Mas Joko di Pasigala Kompak Naikkan Harga Mulai 7 Juli
- Pongko Dero Merapat! Dero Massal HUT Bhayangkara ke-79 Goyang Heboh, Hadiah Menanti!
- Pemprov Sulteng Hapus Seluruh Pungutan di Sekolah Negeri Mulai April 2025
- Setelah Dua Hari Menghilang, Lansia di Poso Berhasil Ditemukan Dalam Keadaan Selamat
Menurut Anwar Hafid, keselamatan masyarakat tidak boleh menunggu panjangnya proses birokrasi.
Tri Harsono Sibay, yang dipercaya Gubernur Anwar Hafid mengawal pembangunan jembatan, mengatakan proses pengukuran dan perhitungan teknis diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan. Setelah seluruh tahapan tersebut selesai, pekerjaan konstruksi akan segera dimulai.
“Pengukuran dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan spesifikasi teknis jembatan. Jika semua berjalan sesuai rencana, paling cepat dalam waktu satu minggu pekerjaan sudah bisa dieksekusi,” ujar Tri, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, keputusan Anwar Hafid membiayai pembangunan dengan dana pribadi diambil karena kondisi APBD Provinsi Sulawesi Tengah masih terdampak kebijakan efisiensi. Jika menunggu mekanisme penganggaran pemerintah, pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama, sementara warga masih harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali menyeberangi sungai.
Karena itu, Anwar Hafid memilih bergerak cepat agar masyarakat segera memiliki akses yang aman, terutama para pelajar yang setiap hari harus melintasi sungai untuk menuntut ilmu.
“Tidak ada waktu lagi untuk saling menyalahkan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana ada yang peduli terhadap rakyatnya dan segera menghadirkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” kata Tri mengutip semangat yang menjadi landasan Gubernur Anwar Hafid mempercepat pembangunan jembatan tersebut.
Tri juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong menyukseskan pembangunan jembatan.
“Insyaallah tidak ada hambatan dalam pembangunan jembatan ini. Bagi masyarakat yang ingin membantu sebagai relawan, mari bersama-sama bergotong royong membangun jembatan untuk saudara-saudara kita di Desa Masungkang. Semoga jembatan ini dapat segera dimanfaatkan dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga,” ujarnya.
Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan akses yang selama ini dihadapi warga Desa Masungkang. Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap keselamatan masyarakat sekaligus memastikan warga tak lagi harus bertaruh nyawa saat melewati sungai. (nul)



.jpg)





