- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
- MUI Sulteng Imbau Umat Muslim se-Sulteng Gelar Salat Minta Hujan di Daerah Masing-Masing
- Rekor! Kualitas Udara Palu Semakin Memburuk, Partikel Polusi Tembus Ratusan
- Hati-Hati Beli Beras Mahal, Mentan Temukan Beras Berlabel Vitamin tapi Kandungannya Tidak Ada
- Segini Harga Elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg di Sulteng per 1 September 2026
Setelah Dua Hari Menghilang, Lansia di Poso Berhasil Ditemukan Dalam Keadaan Selamat

Keterangan Gambar : Deda Tokao (79), seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hilang Desa Betue, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, akhirnya berkumpul bersama keluarga. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Poso - Seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hilang selama dua hari di kawasan perkebunan Desa Betue, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan.
Korban diketahui bernama Seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hilang selama dua hari di kawasan perkebunan Desa Betue, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan.
Baca Lainnya :
- Seluruh Jemaah Haji Sulteng Telah Dipulangkan, Tiga Orang Dilaporkan Wafat
- Penjualan Buku dan Alat Tulis di Palu Meningkat di Momen Tahun Ajaran Baru
- Tim SAR Diterjunkan Cari Nenek 79 Tahun yang Hilang di Sekitar Sungai Lerian, Poso
- Gas! Turnamen Domino Kapolda Sulteng Cup 2025 Dimulai Sore Ini, Rebut Hadiah Dua Mobil dan 10 Motor
- Belasan Warga Demo Tolak Tambang Gamping di Bangkep
Korban diketahui bernama Deda Tokao (79). Menurut keterangan keluarga, korban meninggalkan rumah pada Rabu (2/7/2025) sore untuk mencari kayu bakar di sekitar aliran Sungai Lerian, namun tidak kembali. Terakhir, korban terlihat oleh warga sekitar pukul 16.00 WITA, hanya sekitar 200 meter dari jembatan gantung di Desa Betue. Hingga Kamis (3/7/2025), keberadaan korban masih belum diketahui sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.
Tim Rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu langsung diterjunkan pada Jumat (4/7/2025) pagi. Mereka tiba di lokasi pukul 10.45 WITA dan segera melakukan koordinasi dengan aparat desa serta masyarakat setempat.
Pencarian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur dari Basarnas Palu, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa Betue, dan masyarakat setempat.
Tim kemudian dibagi dalam dua satuan tugas Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 bergerak menyisir wilayah tenggara dari titik terakhir korban terlihat, sementara SRU 2 menyusuri kebun milik anak korban yang berada di sekitar desa.
Setelah berjam-jam melakukan pencarian, titik terang muncul. Sekitar pukul 15.30 WITA, korban berhasil ditemukan dalam keadaan sadar dan selamat, berada sekitar 585 meter dari lokasi awal dilaporkan hilang. Tim segera mengevakuasi Deda Tokao dan membawanya kembali ke rumah keluarga pada pukul 15.45 WITA.
Setelah seluruh unsur SAR menyelesaikan tugas dan kembali ke kesatuan masing-masing, operasi resmi diusulkan untuk ditutup pada pukul 16.00 WITA.
“Alhamdulillah, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam operasi ini,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, Sabtu (5/7/2025). (Bim)










