- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
Bangunan di Belakang Polsek Palu Barat Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Keterangan Gambar : Kebakaran melanda sebuah bangunan semi permanen di belakang Kantor Polsek Palu Barat, Kota Palu, Selasa (21/10) malam. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Kebakaran melanda sebuah bangunan semi permanen di belakang Kantor Polsek Palu Barat, Kota Palu, Selasa (21/10) malam.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan bekas sekolah darurat pascagempa yang kini dimanfaatkan warga sebagai warung kopi.
Baca Lainnya :
- SDN Lasoani Gelar Simulasi Bencana, Latih Siswa Tanggap Gempa dan Kebakaran
- Ramai Soal Penghentian Bus Transpalu, Dishub Ungkap Alasan dan Target Pengoperasian Kembali
- Warga Binaan Lapas Palu Jalani Skrining TBC, Cegah Penularan di Lingkungan Tertutup
- Swiss-Belhotel Silae Palu Gandeng BNPB dan PMI Kota Palu untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
- 30 Persen Truk di Sulteng Langgar Batas Muatan, BPTD Mulai Sosialisasi Menuju Zero ODOL 2027
Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Kebakaran pertama kali diketahui bukan melalui laporan masyarakat, melainkan dari anggota pemadam kebakaran yang kebetulan melintas di lokasi.
Kasi Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palu, Agung Tri Prasetiawan, mengatakan, informasi awal kebakaran diterima setelah salah satu anggota mengirimkan video ke grup internal petugas.
“Jadi kita berangkat tadi itu tidak ada laporan dari masyarakat, kebetulan anggota pemadam itu lewat, dia video dia kirim di grup, jadi dari situ kita berangkat,” ungkap Agung diwawancarai di lokasi usai pemadaman.
Begitu menerima informasi tersebut, petugas langsung mengerahkan tujuh armada pemadam dari Kota Palu dan satu unit tambahan dari provinsi.
Langkah cepat itu dilakukan karena lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan area Polsek Palu Barat yang memiliki tembok pembatas langsung.
Agung menjelaskan, petugas sempat khawatir api akan merembet ke kompleks Polsek.
“Kita berpikir, kalau ini sampai merembet ke Polsek ini bahaya, siapa tahu di Polsek ada beberapa tahanan. Alhamdulillah tidak merembet ke Polsek, kita cegah,” ujarnya.
Menurutnya, bangunan yang terbakar merupakan bekas sekolah darurat yang dibangun setelah gempa 2018 lalu.
Struktur bangunan semi permanen dengan dinding kalsiboard dan rangka jaring-jaring membuat api cepat menjalar.
Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik dari alat pemanas nasi yang masih terhubung ke listrik.
“Tadi saya dengan teman-teman cari info penyebabnya, ini kemungkinan besar dari pemanas nasi,” kata Agung.
Ia menambahkan, di dalam bangunan ditemukan sejumlah peralatan rumah tangga seperti dispenser, pemanas nasi, dan beberapa barang pribadi lainnya.
Api berhasil dipadamkan setelah kurang lebih setengah jam berjibaku di lapangan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” tegas Agung.
Hingga kini, petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan bangunan dan aktivitas penghuni di dalamnya. (Rul/Nl)










