BBM B50 Berbahan Campuran 50 Persen Minyak Sawit Resmi Diluncurkan, Dibanderol Rp6.800 per Liter

By Inul Irfani 10 Jul 2026, 12:45:05 WIB Nasional
BBM B50 Berbahan Campuran 50 Persen Minyak Sawit Resmi Diluncurkan, Dibanderol Rp6.800 per Liter

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo dalam acara peluncuran B50. (Foto: setneg.go.id)


Likeindonesia.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) B50 berbahan campuran 50 persen minyak sawit atau biodiesel, Kamis (9/7/2026). 


Bersamaan dengan peluncuran tersebut, pemerintah memastikan harga Biosolar B50 bersubsidi yang dijual di SPBU Pertamina tetap Rp6.800 per liter, meski kandungan biodieselnya meningkat dari sebelumnya B40 menjadi B50.

Baca Lainnya :


Prabowo menyebut Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50. Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor BBM sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.


“Dengan diluncurinnya program ini, Indonesia resmi menjadi negara di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam sendiri untuk kepentingan rakyat sendiri,” ujar Prabowo pada acara peluncuran B50, dikutip dari cnbcindonesia.com.


Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, penerapan B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun, meningkat dibandingkan penghematan sebesar Rp133,3 triliun saat penerapan B40.


Ia juga menyebut implementasi B50 akan meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi karbon hingga sekitar 44 juta ton CO2.


Bahlil menjelaskan, untuk BBM bersubsidi yang dijual di SPBU Pertamina, harga Biosolar B50 tetap Rp6.800 per liter. Harga tersebut tidak mengalami perubahan meski kandungan biodieselnya meningkat dari 40 persen menjadi 50 persen.


“Untuk B50 ini untuk konsumsi domestik, khusus kepada saudara-saudara kita yang kena subsidi tetap harganya Rp6.800/liter. Jadi tidak ada penambahan harga dan ini adalah bagian daripada strategi untuk mendorong net zero emission kita, karena dengan ini mampu menurunkan CO2 kurang lebih sekitar 44 juta metrik ton,” kata Bahlil.


Dengan penerapan B50, komposisi dalam satu liter Biosolar kini terdiri atas 50 persen minyak solar dan 50 persen biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Sebelumnya, pada skema B40, kandungan biodiesel hanya sebesar 40 persen.


Sementara itu, untuk BBM B50 non-subsidi, harga jual akan mengikuti formula harga keekonomian yang ditetapkan pemerintah dan badan usaha. Adapun Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel untuk Juli 2026 ditetapkan sebesar Rp14.562 per liter ditambah ongkos angkut. (nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.