- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
BPBD Kota Palu Uji Coba Sirine Peringatan Dini Tsunami di Tiga Kelurahan Pesisir

Keterangan Gambar : BPBD Kota Palu bersama BNPB melaksanakan uji coba sirine peringatan dini tsunami, Senin (27/10) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Kota Palu, Sulawesi Tengah, dikenal sebagai salah satu wilayah paling rawan tsunami di Indonesia.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga pesisir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan uji coba sirine peringatan dini tsunami, Senin (27/10) pagi.
Baca Lainnya :
- Ratusan Petinju dari 17 Provinsi Unjuk Ketangkasan di Kejurnas Tinju Amatir 2025
- Tingkatkan Kualitas Program MBG, BGN Gelar Pelatihan Penjamah Makanan
- Polda Sulteng Klarifikasi Video Penggerebekan Narkoba di Kayumalue
- Cegah Peredaran Narkoba di Lapas dan Rutan, Ditjenpas Sulteng Intens Tes Urine dan Razia
- Balai Bahasa Sulteng Hidupkan Bahasa Daerah Lewat Cerita Anak Dwibahasa
Uji coba sistem dilakukan di tiga kelurahan pesisir, masing-masing Silae, Lere, dan Talise, yang menjadi wilayah padat penduduk dan berisiko tinggi jika terjadi gempa besar.
Sirine tersebut akan diaktifkan secara otomatis melalui sistem berbasis satelit ketika BMKG mengeluarkan peringatan dini gempa berpotensi tsunami.
Kepala BPBD Kota Palu, Presley Tampubolon, menjelaskan bahwa sistem ini dibangun untuk mempercepat penyebaran informasi kepada masyarakat.
“Prinsipnya kecepatan, keakuratan, dan ketepatan informasi demi keselamatan masyarakat,” ujar Presley.
Dari total lima belas kelurahan pesisir di Palu, baru tiga yang terpasang sirine pada tahun ini.
Menurut Presley, keterbatasan anggaran pusat menjadi alasan utama pemasangan dilakukan secara bertahap.
“Kami berharap pemasangan di kelurahan lainnya bisa segera menyusul,” katanya.
Selain uji coba, BPBD juga melibatkan masyarakat dalam pelatihan dan simulasi evakuasi, agar warga memahami prosedur penyelamatan saat mendengar suara sirine.
Sistem ini dirancang dengan jangkauan suara hingga satu setengah kilometer, tergantung kondisi lingkungan sekitar.
Presley menegaskan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat peringatan dini berfungsi optimal dan dapat diandalkan dalam situasi darurat.
“Uji coba ini untuk memastikan sistem peringatan dini benar-benar siap berfungsi,” tegasnya.
Melalui uji coba dan pelibatan masyarakat, BPBD Kota Palu berharap sistem peringatan dini tsunami dapat menjadi langkah nyata untuk melindungi warga pesisir dari potensi bencana serupa yang pernah melanda Kota Palu pada 2018 silam. (Rul/Nl)





.jpg)




