- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Cina Bangun Pabrik Kelapa Senilai Rp1,6 Triliun di Morowali, Rampung 2026

Keterangan Gambar : Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (3/12/2025). (Foto: YouTube Komisi XII DPR RI/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah memastikan adanya pembangunan pabrik pengolahan kelapa dengan nilai investasi Rp1,6 triliun di Morowali, Sulawesi Tengah, yang didanai investor asal Cina. Pembangunan ini ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyampaikan, nilai investasi proyek tersebut mencapai US$100 juta atau setara Rp1,6 triliun. Pabrik ini akan mendukung program hilirisasi sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa, agar dapat diolah di dalam negeri dan menghasilkan nilai tambah ekonomi.
Baca Lainnya :
- Siap-siap Liburan! Ini Jadwal Libur Akhir Tahun 2025 untuk PNS, Karyawan, dan Anak Sekolah
- Organisasi Pemuda di Palu Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatra
- Jelang Natal–Tahun Baru, Penjualan Parsel Mulai Mewarnai Jalanan Kota Palu
- Aceh Diguncang Gempa 5,4 SR, Terasa hingga Aceh Selatan
- IJTI Sulteng dan Bateman Production Siapkan Charity for Sumatra untuk Korban Bencana
Menurut Rosan, pabrik pengolahan kelapa di Morowali diproyeksikan mampu menyerap hingga 500 juta butir kelapa per tahun dari perkebunan rakyat.
"Insya Allah pada pertengahan tahun 2026 ini pabriknya akan selesai di daerah Morowali dan itu akan menyerap 500 juta butir kelapa setiap tahunnya," ujar Rosan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, dikutip dari kanal YouTube Komisi XII DPR RI, Rabu (10/12/2025).
Ia menjelaskan, masuknya investasi tersebut merupakan hasil pendekatan langsung pemerintah kepada investor di China.
Selama ini, kelapa Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah ke negara tersebut.
“Kita berhasil mendapatkan investasi yang masuk karena pada sebelumnya kami melihat kelapa-kelapa kita ini banyak diekspor ke China dan oleh sebab itu kita terbang ke sana meyakinkan mereka untuk membuka pabriknya di sini dan sehingga harga kelapanya juga makin meningkat di sini,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, keberadaan pabrik ini dapat memperkuat ekosistem industri hilir kelapa nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Sulawesi Tengah, dan berpotensi menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja lokal. (Nul/Nl)










