- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
Cina Bangun Pabrik Kelapa Senilai Rp1,6 Triliun di Morowali, Rampung 2026

Keterangan Gambar : Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (3/12/2025). (Foto: YouTube Komisi XII DPR RI/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah memastikan adanya pembangunan pabrik pengolahan kelapa dengan nilai investasi Rp1,6 triliun di Morowali, Sulawesi Tengah, yang didanai investor asal Cina. Pembangunan ini ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyampaikan, nilai investasi proyek tersebut mencapai US$100 juta atau setara Rp1,6 triliun. Pabrik ini akan mendukung program hilirisasi sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa, agar dapat diolah di dalam negeri dan menghasilkan nilai tambah ekonomi.
Baca Lainnya :
- Siap-siap Liburan! Ini Jadwal Libur Akhir Tahun 2025 untuk PNS, Karyawan, dan Anak Sekolah
- Organisasi Pemuda di Palu Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatra
- Jelang Natal–Tahun Baru, Penjualan Parsel Mulai Mewarnai Jalanan Kota Palu
- Aceh Diguncang Gempa 5,4 SR, Terasa hingga Aceh Selatan
- IJTI Sulteng dan Bateman Production Siapkan Charity for Sumatra untuk Korban Bencana
Menurut Rosan, pabrik pengolahan kelapa di Morowali diproyeksikan mampu menyerap hingga 500 juta butir kelapa per tahun dari perkebunan rakyat.
"Insya Allah pada pertengahan tahun 2026 ini pabriknya akan selesai di daerah Morowali dan itu akan menyerap 500 juta butir kelapa setiap tahunnya," ujar Rosan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, dikutip dari kanal YouTube Komisi XII DPR RI, Rabu (10/12/2025).
Ia menjelaskan, masuknya investasi tersebut merupakan hasil pendekatan langsung pemerintah kepada investor di China.
Selama ini, kelapa Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah ke negara tersebut.
“Kita berhasil mendapatkan investasi yang masuk karena pada sebelumnya kami melihat kelapa-kelapa kita ini banyak diekspor ke China dan oleh sebab itu kita terbang ke sana meyakinkan mereka untuk membuka pabriknya di sini dan sehingga harga kelapanya juga makin meningkat di sini,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, keberadaan pabrik ini dapat memperkuat ekosistem industri hilir kelapa nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Sulawesi Tengah, dan berpotensi menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja lokal. (Nul/Nl)


.jpg)







