- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
Cina Bangun Pabrik Kelapa Senilai Rp1,6 Triliun di Morowali, Rampung 2026

Keterangan Gambar : Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (3/12/2025). (Foto: YouTube Komisi XII DPR RI/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah memastikan adanya pembangunan pabrik pengolahan kelapa dengan nilai investasi Rp1,6 triliun di Morowali, Sulawesi Tengah, yang didanai investor asal Cina. Pembangunan ini ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyampaikan, nilai investasi proyek tersebut mencapai US$100 juta atau setara Rp1,6 triliun. Pabrik ini akan mendukung program hilirisasi sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa, agar dapat diolah di dalam negeri dan menghasilkan nilai tambah ekonomi.
Baca Lainnya :
- Siap-siap Liburan! Ini Jadwal Libur Akhir Tahun 2025 untuk PNS, Karyawan, dan Anak Sekolah
- Organisasi Pemuda di Palu Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatra
- Jelang Natal–Tahun Baru, Penjualan Parsel Mulai Mewarnai Jalanan Kota Palu
- Aceh Diguncang Gempa 5,4 SR, Terasa hingga Aceh Selatan
- IJTI Sulteng dan Bateman Production Siapkan Charity for Sumatra untuk Korban Bencana
Menurut Rosan, pabrik pengolahan kelapa di Morowali diproyeksikan mampu menyerap hingga 500 juta butir kelapa per tahun dari perkebunan rakyat.
"Insya Allah pada pertengahan tahun 2026 ini pabriknya akan selesai di daerah Morowali dan itu akan menyerap 500 juta butir kelapa setiap tahunnya," ujar Rosan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, dikutip dari kanal YouTube Komisi XII DPR RI, Rabu (10/12/2025).
Ia menjelaskan, masuknya investasi tersebut merupakan hasil pendekatan langsung pemerintah kepada investor di China.
Selama ini, kelapa Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah ke negara tersebut.
“Kita berhasil mendapatkan investasi yang masuk karena pada sebelumnya kami melihat kelapa-kelapa kita ini banyak diekspor ke China dan oleh sebab itu kita terbang ke sana meyakinkan mereka untuk membuka pabriknya di sini dan sehingga harga kelapanya juga makin meningkat di sini,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, keberadaan pabrik ini dapat memperkuat ekosistem industri hilir kelapa nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Sulawesi Tengah, dan berpotensi menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja lokal. (Nul/Nl)





.jpg)




