- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Jelang Natal–Tahun Baru, Penjualan Parsel Mulai Mewarnai Jalanan Kota Palu

Keterangan Gambar : Di sepanjang Jalan Gajah Mada, para pedagang telah memajang berbagai jenis parsel sejak awal Desember. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, penjualan parsel mulai terlihat kembali di sejumlah ruas jalan di Kota Palu.
Di sepanjang Jalan Gajah Mada, para pedagang telah memajang berbagai jenis parsel sejak awal Desember, meski aktivitas penjualan belum seramai mendekati hari perayaan.
Baca Lainnya :
- IJTI Sulteng dan Bateman Production Siapkan Charity for Sumatra untuk Korban Bencana
- Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Rampungkan Evaluasi Menjelang Puncak Arus Nataru 2026
- Rute China–Palu–Morowali Dibahas, Bandara Mutiara Sis Aljufri Lengkapi Fasilitas QIC
- Maraknya Tambang di Sulteng Dinilai Picu Ancaman Bencana Ekologis
- Kebakaran Kapal di Pelabuhan Rakyat Luwuk, Seluruh ABK Berhasil Diselamatkan
Hamsah, salah satu penjual parsel di kawasan tersebut, mengatakan bahwa peningkatan pembeli umumnya baru terjadi menjelang H-10 Natal.
Ia menyebut, pola itu berlangsung hampir setiap tahun.
“Untuk saat ini belum terlalu rame ya karena biasa baru 10 hari menjelang Natal baru mulai rame,” ujarnya diwawancarai media ini di lokasi penjualan.
Jenis parsel yang dijual beragam, mulai dari makanan kemasan hingga perlengkapan pecah belah.
Menurut Hamsah, minat pembeli terhadap dua jenis parsel itu relatif sama setiap tahunnya.
Ia menuturkan, baik parsel makanan maupun pecah belah tetap menjadi pilihan pelanggan.
"Sama saja tiap tahun itu, yang makanan juga ada yang ambil, berupa pecah belah juga ada yang ambil juga,” ujarnya.
Harga parsel yang ditawarkan para pedagang bervariasi, mulai dari paket ekonomis senilai Rp150 ribu hingga parsel premium dengan harga mencapai Rp2 juta.
Kisaran harga itu mengikuti isi dan kemasannya yang semakin kreatif untuk menarik minat pembeli.
Penjualan parsel sendiri merupakan usaha musiman yang selalu muncul menjelang hari besar keagamaan.
Hamsah menegaskan, penjualan seperti ini tidak hanya marak saat Natal, tetapi juga saat Lebaran.
“Iya, (penjualan parcel, red) musiman Natal dan Lebaran,” kata dia.
Fenomena tahunan ini tak hanya menambah warna di jalanan Kota Palu, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi berbagi dan memberi hadiah di akhir tahun.
Para pedagang berharap penjualan tahun ini bisa meningkat seiring lebih bergairahnya aktivitas masyarakat menuju libur panjang akhir tahun. (Rul/Nl)










