- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
Rute China–Palu–Morowali Dibahas, Bandara Mutiara Sis Aljufri Lengkapi Fasilitas QIC

Keterangan Gambar : Gerbang Bandara Mutiara Sis Aljufri, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu mulai mematangkan langkah menuju layanan penerbangan internasional.
Fokus utama saat ini adalah menyiapkan fasilitas penunjang, khususnya di area terminal keberangkatan dan kedatangan.
Baca Lainnya :
- Maraknya Tambang di Sulteng Dinilai Picu Ancaman Bencana Ekologis
- Kebakaran Kapal di Pelabuhan Rakyat Luwuk, Seluruh ABK Berhasil Diselamatkan
- Gubernur Anwar Hafid Hadiri Tahlilan 13 Tahun Wafatnya Ibunda Ahmad Ali
- Masigi Sakaya, Masjid Berbentuk Perahu Jadi Ikon Baru Kampung Lere Palu
- Di Sulteng, Warga Palu dan Banggai Tercatat Paling Jarang Merokok
Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Prasetyohadi, menyampaikan, bandara internasional kini sedang mempersiapkan fasilitasnya yaitu untuk kesiapan terminal keberangkatan atau kedatangan.
Menurutnya, kesiapan fisik terminal menjadi salah satu kunci sebelum layanan penerbangan internasional benar-benar dijalankan.
Selain menyiapkan fasilitas, pihak bandara juga mulai mengalokasikan anggaran untuk mendukung rencana tersebut.
Prasetyohadi menjelaskan bahwa pada tahun ini telah disiapkan sebagian anggaran untuk renovasi terminal, yang akan dilanjutkan pada awal 2026.
“Ini juga kaitannya dengan anggaran, kami tahun ini pun sudah mengalokasikan sedikit anggaran untuk renovasi terminal Bandara Mutiara Sis Aljufri, dan akan dilanjutkan awal tahun 2026, untuk program renovasi terminal tersebut,” ujarnya.
Terkait rute internasional, pihak bandara menyebut sudah ada komunikasi awal bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan sejumlah pihak yang berminat membuka penerbangan dari luar negeri ke Palu, bahkan hingga ke Morowali.
“Kaitannya dengan penerbangan memang sudah ada beberapa pembicaraan melalui pemprov, ada beberapa pengusaha yang memang berminat untuk melakukan penerbangan internasional dari China ke Palu ke Morowali,” kata Prasetyohadi.
Namun, menurutnya, waktu dimulainya layanan tersebut sangat bergantung pada kesiapan bandara, termasuk fasilitas karantina, imigrasi, dan bea cukai atau QIC, serta kesiapan dari maskapai yang akan beroperasi.
Ia menambahkan, kesiapan maskapai asing maupun domestik juga menjadi faktor penentu, karena terdapat sejumlah persyaratan yang harus diselesaikan di tingkat pusat sebelum penerbangan internasional dapat dibuka secara resmi.
“Masalah mulainya kepan ini tergantung kesiapan kami dalam menyiapkan terminal termasuk karantina, imigrasi, bea cukai atau QIC. Kemudian ketiga kesiapan dari airlion tersebut, untuk airlion asing itu harus ada persyaratan-persyaratan yang harus diurus di pusat, begitu juga airlion domestik,” jelasnya.
Meski demikian, pihak bandara menargetkan pelayanan maksimal sudah bisa mulai dijalankan pada awal 2026 mendatang.
“Insya Allah kami upayakan pelayanan maksimal bisa berjalan di bulan April ataupun paling cepat Maret,” pungkas Prasetyohadi. (Rul/Nl)










