- Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru, TNI-Polri Kini Dilibatkan Awasi Wajib Pajak
- Kota Palu Jadi Daerah dengan Pengeluaran Rokok Terendah di Sulteng
- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
Fenomena Bendera One Piece, Kesbangpol Palu Ingatkan Arti Perjuangan Kemerdekaan
.jpg)
Keterangan Gambar : Kantor Kesbangpol Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI, muncul fenomena pengibaran bendera bergambar tokoh animasi One Piece yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu, Ansyar Sutiadi, mengingatkan pentingnya menempatkan bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan perjuangan bangsa.
Baca Lainnya :
- Dua Usaha di Palu Disegel, Satu Dibuka, Dua Lainnya Batal Disegel karena Bayar Pajak
- 20 Sekolah di Palu Ikut Lomba Paduan Suara Indonesia Raya Tiga Stanza
- Wakil Ketua MPR RI Sambut Positif Status Internasional Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu
- Akhiri Trek Liar, Palu Segera Punya Sirkuit Road Race Standar Nasional
- Hutan Kota Palu Bakal Dibaharui Total, Jadi Ikon Hijau Baru Sulawesi Tengah
“Bendera Merah Putih itu bisa kita kibarkan bukan karena hal yang mudah, tapi melalui perjuangan—lewat darah, lewat nyawa, lewat usaha yang luar biasa,” kata Ansyar saat ditemui di Palu, Selasa (12/8/) pagi.
Ia menegaskan, nasionalisme dan wawasan kebangsaan harus tetap terjaga.
Menurutnya, setiap peringatan HUT RI menjadi momentum untuk merefleksikan perjuangan para pendiri bangsa dalam merebut kemerdekaan.
“Saat diminta menaikkan bendera pada HUT RI, kita harus melihatnya dari situ. Dengan begitu, kita bisa benar-benar menyelami bagaimana upaya orang tua kita, founding fathers, dalam merebut kemerdekaan,” ujarnya.
Terkait fenomena bendera non-nasional, Ansyar mengatakan belum melihat adanya indikasi gerakan terorganisir di Kota Palu.
Ia menilai hal itu lebih kepada bentuk ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap kondisi pembangunan.
“Yang saya lihat, mungkin ada ketidakpuasan saja. Untuk gerakan-gerakan lain, saya belum melihat,” jelasnya.
Meski demikian, Ansyar mengimbau agar masyarakat tidak mengganti pengibaran bendera Merah Putih dengan simbol lain yang tidak mencerminkan jiwa kenegaraan.
“Kalau yang anime-anime begitu, ya cukup. Jangan sampai kita malah menaikkan bendera yang bukan bendera nasional kita,” tegasnya.
Menurut Ansyar, pemerintah di semua tingkatan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun ia berharap, apapun kondisi yang terjadi, nilai nasionalisme tetap dijaga.
“Bendera itu bukan hadiah, bukan cuma-cuma. Kita mendapatkannya dengan pengorbanan. Maka ketika ada fenomena seperti ini, saya berharap kita bisa refleksi diri,” pungkasnya. (rul)










