- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
Harga Melonjak, GPM Jadi Penawar: Upaya Polres dan DKP Donggala Upaya Kendalikan Inflasi

Keterangan Gambar : Kepala DKP Donggala, Muhammad Fahri saat ditemui Kamis (26/6/2025). (Foto: Bimaz/Likeindonesiacom)
DONGGALA, Likeindonesiacom - Polres Donggala berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Mako Polres Donggala, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Kamis (26/6/2025).
Agenda ini sekaligus menyambut HUT Bhayangkara ke-79 dan menstabilkan harga pangan guna meredam laju inflasi di Kabupaten Donggala.
Baca Lainnya :
- Sinergi DKP dan Polres Donggala Hadirkan Layanan Pangan Murah
- Mahasiswa Desak DPRD Sulteng Evaluasi Perizinan Tambang
- Jabat Dirpolairud Polda NTB, Kombes Boy Samola Tinggalkan Jejak Sosial di Sulteng
- Mahasiswa Desak Gubernur Tindak Tambang Ilegal, Pemerintah Dinilai Lamban Menjawab Krisis Lingkungan
- Rotasi di Tubuh Polri, 6 Pejabat Polda Sulteng Berganti
Kepala DKP Donggala, Muhammad Fahri, menegaskan, GPM merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang terus digenjot Pemkab Donggala untuk mengimbangi fluktuasi harga di pasar.
"Kita terus berupaya menekan inflasi, kemarin juga di Pasar Ganti kita lakukan kegiatan serupa karena tingginya harga beberapa komoditi," ujarnya.
Fahri menambahkan, kolaborasi lintas sektor seperti ini efektif meringankan beban masyarakat yang tercekik mahalnya bahan pokok.
"Ini juga menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi lintas sektor, seperti bersama Polres Donggala hari ini, kita bisa menciptakan solusi nyata untuk menekan inflasi, meringankan beban warga dan memperkuat ketahanan pangan di daerah," pungkas Fahri.
Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) kali ini, delapan komoditas pangan disediakan dan dijual dengan harga di bawah pasaran, guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih terjangkau.
Harga yang ditawarkan antara lain, beras Rp 53 ribu per 5 kg, minyak goreng Minyak Kita Rp 12 ribu per liter, minyak Premium (Kunci Mas) Rp 35 ribu per 2 liter, gula pasir Rp 15 ribu per kg, telur ayam Rp 45 ribu per rak, cabai Rp 25 ribu per ½ kg, bawang merah Rp 20 ribu per ½ kg, bawang putih Rp 15 ribu per ½ kg, dan tepung terigu Rp 8 ribu per kg.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, panitia menyiapkan stok komoditas dalam jumlah besar. Tercatat beras sebanyak 2 ton, minyak goreng Minyak Kita sebanyak 938 liter, minyak Kunci Mas sebanyak 900 liter, ditambah 238 pcs dari Alfamidi, gula pasir 1.000 kg, telur ayam 275 rak, cabai 300 kg, bawang merah 250 kg, bawang putih 250 kg, serta tepung terigu 250 kg.
Ketersediaan yang melimpah ini diharapkan mampu memenuhi antusiasme masyarakat dan menekan lonjakan harga pangan di pasaran. (Bim)










