- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami

Keterangan Gambar : Kampung Baru Fair tahun 2026 ditiadakan. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Kabar ditiadakannya Kampung Baru Fair (KBF) tahun ini sempat mengejutkan warga di Kota Palu.
Namun di tengah keputusan tersebut, panitia memastikan tradisi Lebaran Mandura tetap dilaksanakan, meski secara terbatas.
Baca Lainnya :
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
Dalam pengumuman resminya, panitia menyatakan kegiatan Kampung Baru Fair dan Lebaran Mandura yang biasanya digelar meriah, tahun ini untuk sementara tidak diselenggarakan.
“Kampung Baru Fair dan Lebaran Mandura, yang tahun ini memasuki Tahun ke 11 dengan berbagai pertimbangan, untuk sementara tidak akan kami selenggarakan,” dikutip media ini dalam pernyataan resmi panitia.
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari langkah evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Panitia menyebut, tahun ini akan dimanfaatkan untuk membenahi konsep dan struktur acara ke depan agar lebih terencana.
Panitia ingin memanfaatkan waktu untuk mengevaluasi Kampung Baru Fair dan Lebaran Mandura dengan struktur yang lebih baik ke depannya, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tersebut.
Meski festival rakyat Kampung Baru Fair ditiadakan, panitia memberikan kepastian bahwa inti tradisi tetap berjalan.
Melalui keterangan tambahan, disebutkan Lebaran Mandura tetap digelar di Masjid Jami.
Artinya, masyarakat masih dapat mengikuti rangkaian tradisi, meski tanpa kemeriahan seperti tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan panggung hiburan, bazar UMKM, dan keramaian malam hari.
Panitia juga menyampaikan permohonan maaf atas keputusan ini.
“Kami selaku panitia memohon maaf sebesar besarnya,” tulis panitia.
Lebaran Mandura sendiri merupakan tradisi masyarakat setempat yang telah berlangsung lama sebagai bagian dari perayaan pasca-Idulfitri.
Sementara Kampung Baru Fair selama ini menjadi ruang pertemuan antara budaya, hiburan, dan aktivitas ekonomi warga.
Dengan ditiadakannya Kampung Baru Fair, masyarakat diharapkan tetap dapat menjaga nilai kebersamaan melalui pelaksanaan Mandura yang lebih sederhana.
Di sisi lain, momentum ini juga menjadi kesempatan bagi panitia untuk menghadirkan konsep baru yang lebih matang pada penyelenggaraan berikutnya. (Rul/Nl)









