- Tips Memilih Restoran untuk Makan Bersama Saat di Pusat Perbelanjaan
- Dua Hari Tak Berangkat Kerja, Perempuan 29 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tondo
- Jemaah Haji Sulteng Diusulkan Tak Lagi Menginap di Balikpapan pada 2027
- Hampir 4 Ribu Orang di Sulteng Tercatat Positif HIV, Hanya 57 Persen Jalani Pengobatan
- Jaga Kelestarian Ikan Endemik, DKP Sulteng Minta Penebaran Nila di Danau Poso Dievaluasi
- Awal Musim Hujan di Indonesia Tak Serentak, Sulteng Masuk Daerah yang Mulai Hujan Oktober
- Sulteng Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah, Presiden Prabowo Diagendakan Hadir
- Muhammadiyah Tekankan Karhutla Tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan
- Festival Tende Ditunda, Rencana Tabligh Akbar sebagai Pengganti Disambut Baik Wamenag
- Pemprov Sulteng Siapkan Pembangunan SMKN 1 Batui, 80 Siswa Dipastikan Tetap Lanjut Sekolah
Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau

Keterangan Gambar : Fatur Razak bersama perantau Sulteng di Jogja dalam acara Halal Bi Halal, Selasa (24/3/2026). (Foto : Ist)
Likeindonesia.com, YOGYAKARTA – Suasana Idulfitri terasa lebih hangat bagi warga Sulawesi Tengah yang berada di Yogyakarta. Muhammad Fathur Razaq bersama Athalla Tiara Alifa menggelar halal bihalal yang mempertemukan para perantau, khususnya mahasiswa dan pelajar yang tidak sempat pulang kampung, Selasa (23/3/2026).
Berangkat dari kepedulian terhadap sesama perantau, Fathur Razaq menghadirkan ruang berkumpul yang hangat. Ia ingin memastikan bahwa lebaran tetap terasa utuh, meski dirayakan jauh dari keluarga di kampung halaman.
Baca Lainnya :
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
- Stok BBM di Palu Aman Jelang dan Pasca Lebaran, Konsumsi Naik 5 Persen
- Puncak Mudik Lebaran, 1.800 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- RSUD Anutapura Pastikan Layanan Tetap Optimal saat Libur Nyepi dan Lebaran
“Momentum halal bihalal ini kami hadirkan sebagai ruang kebersamaan bagi warga Sulawesi Tengah di perantauan, khususnya yang belum sempat pulang kampung. Kami ingin menghadirkan suasana kekeluargaan, agar teman-teman di Jogja tetap bisa merasakan hangatnya lebaran seperti di rumah sendiri. Semoga kegiatan ini bisa terus mempererat silaturahmi dan menjadi penguat ikatan persaudaraan kita semua,” ujar Fathur Razaq.
Tak hanya menghadirkan kebersamaan, Fathur Razaq bersama keluarga juga menyambut para tamu dengan penuh kehangatan. Mereka menyiapkan berbagai hidangan khas lebaran, mulai dari makanan utama hingga aneka kudapan, yang dinikmati bersama dalam suasana santai.
Kegiatan semakin hidup dengan hiburan sederhana, bernyanyi, bercengkerama, hingga berbagi cerita, yang membuat suasana terasa seperti di rumah sendiri.
Kehangatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Rahman, mahasiswa asal Sulawesi Tengah di Yogyakarta, mengaku terharu dengan suasana yang tercipta.
“Kalau biasanya kita Lebaran hanya di kos, kali ini sangat berbeda. Rasanya seperti berlebaran di kampung halaman karena semua yang hadir adalah warga Sulawesi Tengah,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Farhan. Ia menilai keramahan tuan rumah membuat lebaran di tanah rantau terasa jauh lebih bermakna.
Sementara itu, Krisna Puspita, yang telah lama menetap di Yogyakarta, juga merasakan kebahagiaan yang sama.
“Hari ini senang sekali, sangat! Bisa bertemu dengan teman-teman dari Sulteng dengan segala keanekaragaman. Seperti pulang ke rumah, semua ramah, seperti saudara. Menyanyi, menari, makan dan minum bersama. Sangat seru,” ungkapnya.
Kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya ikatan persaudaraan warga Sulawesi Tengah di perantauan. Di tengah jarak dan kesibukan, kehangatan yang tercipta membuktikan bahwa rasa kekeluargaan tetap hidup, bahkan semakin kuat, di tanah rantau. (Nul)










