- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Stok BBM di Palu Aman Jelang dan Pasca Lebaran, Konsumsi Naik 5 Persen

Keterangan Gambar : Pemkot Palu pastikan ketersediaan BBM bersubsidi tetap aman menjelang hingga pasca Hari Raya Idulfitri 2026. (Foto : Humas Pemkot Palu)
Likeindonesia.com, Palu - Pemerintah Kota Palu memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap aman menjelang hingga pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kepastian ini dibahas dalam pertemuan bersama sejumlah pihak terkait di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Kamis (19/3/2026).
Baca Lainnya :
- Puncak Mudik Lebaran, 1.800 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- RSUD Anutapura Pastikan Layanan Tetap Optimal saat Libur Nyepi dan Lebaran
- Dirlantas Polda Sulteng Ingatkan Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Pemudik Diminta Waspada
- Puncak Arus Mudik di Bandara Palu Diprediksi H-3 Lebaran, Penumpang Mulai Meningkat
- Terminal Mamboro Capai Puncak Mudik, 433 Penumpang Diberangkatkan
Pertemuan tersebut melibatkan aparat kepolisian, dinas terkait, pihak Pertamina, perwakilan SPBU, serta Hiswana Migas, guna memastikan kelancaran distribusi dan penyaluran BBM selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
PT Pertamina Patra Niaga mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM, khususnya jenis Pertalite dan Pertamax, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama arus mudik.
“Dari prediksi kami, puncak arus mudik pertama terjadi pada 14–15 Maret, kemudian puncak kedua pada 18–20 Maret. Hal ini terlihat di lapangan, khususnya di Kota Palu, di mana penggunaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax mengalami peningkatan,” ungkapnya.
Selama periode Satuan Tugas (Satgas), konsumsi BBM tercatat meningkat sekitar 5 persen.
Meski demikian, Pertamina telah menyiapkan tambahan stok hingga 10 persen untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
Selain arus mudik, Pertamina juga memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua tahap, yakni pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Untuk itu, langkah antisipasi disiapkan dengan memastikan ketersediaan BBM dan LPG di seluruh SPBU dan depot tetap terjaga.
Sementara itu, Hiswana Migas menyebut kondisi penyaluran BBM selama Ramadan hingga Idulfitri secara umum masih aman dan terkendali, meskipun terjadi peningkatan konsumsi pada jenis tertentu.
“Untuk penyaluran BBM jenis Pertalite memang ada peningkatan, namun SPBU sudah mengantisipasi dengan menambah kesiapan operator dan mempercepat pelayanan,” jelas perwakilan Hiswana Migas.
Di sisi lain, konsumsi solar justru mengalami penurunan akibat berkurangnya aktivitas angkutan logistik selama masa libur Lebaran. Meski demikian, penyalurannya tetap berjalan normal.
Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, menegaskan bahwa ketersediaan BBM dan LPG dipastikan mencukupi hingga setelah Lebaran.
“BBM dan LPG kita aman, bahkan tersedia hingga setelah Lebaran. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk dukungan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan menjelang hari raya.
“Kita harapkan penyaluran ini benar-benar tepat sasaran. Prioritas diberikan kepada kendaraan pengangkut bahan pangan dan operasional penting, sehingga dapat membantu pengendalian inflasi,” tambahnya.
Pemerintah Kota Palu juga akan melakukan pengawasan dengan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU setelah Lebaran guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan.
“Kalau ada indikasi penyaluran yang tidak tepat sasaran, masyarakat dapat melaporkan melalui call center Pertamina di 135, sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Pemerintah mengajak seluruh pihak turut mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Intinya, jangan panik. Ketersediaan BBM dan LPG di Kota Palu insya Allah aman. Mari kita jaga bersama agar penyalurannya tepat sasaran demi kepentingan masyarakat luas,” tutupnya. (Rul/Nl)










