- Masih Terdampak Erupsi, Empat Maskapai Kembali Batalkan Penerbangan Rute Palu-Jakarta
- Bank Sulteng Keluarkan Klarifikasi Resmi Usai Karangan Bunga Viral di Palu
- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
Dirlantas Polda Sulteng Ingatkan Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Pemudik Diminta Waspada

Keterangan Gambar : Dirlantas Polda Sulteng, Kombes Pol Agung Try Widiantoro. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah mengungkap sejumlah jalur rawan bencana tanah longsor yang perlu diwaspadai masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026.
Dirlantas Polda Sulteng, Kombes Pol Agung Try Widiantoro, menyebut jalur Kebun Kopi yang menghubungkan Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong menjadi salah satu titik utama yang perlu mendapat perhatian.
Baca Lainnya :
- Puncak Arus Mudik di Bandara Palu Diprediksi H-3 Lebaran, Penumpang Mulai Meningkat
- Pemprov Sulteng Tegaskan Honor Nakes Non-ASN di Daerah Jadi Tanggung Jawab Pemda
- Terminal Mamboro Capai Puncak Mudik, 433 Penumpang Diberangkatkan
- 2.216 Warga Binaan di Sulteng Diusulkan Terima Remisi Idul Fitri 2026, 7 Orang Langsung Bebas
- 64 Pelari Ikuti Balap Lari Tradisional Wahidin Ramadan Pangova di Palu
Menurutnya, jalur Kebun Kopi merupakan akses vital yang kerap dilalui pemudik dari Kota Palu maupun Donggala menuju sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, seperti Parigi Moutong, Morowali, Morowali Utara, Poso, hingga Tolitoli.
“Untuk lokasi rawan, salah satu yang sudah kita ketahui adalah jalur Kebun Kopi, karena jalur tersebut merupakan jalur utama yang dilalui para pemudik menuju beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah,” kata Agung.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat penanganan jika terjadi bencana di jalur tersebut.
“Di kawasan tersebut memang sering terjadi longsor, sehingga kami telah menyiagakan alat berat serta mobil derek beserta operatornya,” ujarnya.
Menurut Agung, alat berat dan mobil derek akan disiagakan selama periode mudik Lebaran guna memastikan penanganan cepat jika terjadi longsor maupun gangguan lalu lintas.
Selain jalur Kebun Kopi, Ditlantas Polda Sulteng juga telah memetakan sejumlah titik rawan di seluruh kabupaten di wilayah tersebut, baik rawan kecelakaan, kemacetan, maupun bencana alam.
“Setiap kabupaten juga memiliki titik kerawanan masing-masing, mulai dari titik rawan kecelakaan, rawan kemacetan, hingga rawan bencana,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jajaran kepolisian di daerah diminta berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan, terutama dalam pengaturan rambu lalu lintas serta penempatan alat berat di titik rawan.
“Sesuai dengan tagline dari Kakorlantas, ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia.’ Karena itu, kami mengharapkan para pemudik untuk selalu memperhatikan keselamatan dalam berlalu lintas serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas,” tuturnya.
Selain itu, pengemudi, khususnya kendaraan roda empat dan bus, diimbau untuk tidak memaksakan diri saat lelah selama perjalanan.
“Apabila merasakan lelah atau mengantuk, silakan beristirahat terlebih dahulu. Kami juga telah menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik di sepanjang jalur menuju daerah tujuan mudik,” katanya.
Ia menegaskan, mayoritas kecelakaan lalu lintas diawali dari pelanggaran aturan. Karena itu, masyarakat diminta tetap tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
“Kami mengajak para pemudik dan seluruh masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah untuk senantiasa tertib berlalu lintas dan mematuhi rambu-rambu yang ada, agar selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat,” pungkasnya. (Rul/Nl)










