- Karyawan Kafe di Palu Ditemukan Tewas Terjepit di Lift Barang, Jenazah Dipulangkan ke Tada
- KONI Sulteng Mulai Matangkan Persiapan Hadapi PON Pantai 2026
- Skema Bansos Berubah! Mulai 2027, Penerima Bakal Dapat Transfer Tunai
- Penerbangan Bandara IMIP ke Palu Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 45 Menit
- Ratusan PPPK Nakes Sulteng Minta Kepastian Status, Gubernur Langsung Hubungi Wamenkes
- Pertamina Minta Maaf, Rencana Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi Dibatalkan
- 318 Kebakaran Terjadi di Palu hingga Agustus 2026, Mantikulore Tertinggi
- Mulai 15 September, Isi Biosolar di Sejumlah SPBU Wajib Bawa STNK
- Siap-Siap! Harga Tiket Pesawat Bisa Makin Mahal, Ini Aturan Baru Kemenhub
- Piala Soeratin Sulteng Resmi Bergulir, Gubernur Dorong Pembinaan Berjenjang Menuju PON 2028
64 Pelari Ikuti Balap Lari Tradisional Wahidin Ramadan Pangova di Palu

Keterangan Gambar : Balap lari tradisional tanpa alas kaki kembali digelar di Jalan Dokter Wahidin, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu. (Foto : IST)
Likeindonesia.com, Palu – Balap lari tradisional tanpa alas kaki kembali digelar di Jalan Dokter Wahidin, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan yang menjadi hiburan warga saat menunggu waktu sahur ini dikemas dalam event tahunan bertajuk Wahidin Ramadan Pangova.
Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, lomba tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, seperti Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Donggala, hingga Poso.
Baca Lainnya :
- 895 Pemudik Jalur Darat Diberangkatkan dari Palu Lewat Program Mudik Gratis
- Nelayan Filipina Terdampar di Laut Buol, Imigrasi Palu Siapkan Proses Pemulangan
- PFI Palu Salurkan Sembako ke Panti Asuhan dan Bagi Takjil di TPA Kawatuna
- Polresta Palu Rebus dan Musnahkan 1,9 Kg Sabu Sitaan Kurir Narkoba
- Baznas Palu Salurkan Bantuan Ramadan untuk Honorer, 230 Orang Terima Uang Tunai dan Sembako
Ketua Panitia, M. Opank, mengatakan balap lari tradisional ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat selama Ramadan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi sarana menjaring bibit atlet lari bagi daerah.
“ Wahidin Ramadan Pangova ini berbeda dengan lomba lari pada umumnya, karena para peserta berlari tanpa alas kaki atau kaki telanjang di lintasan sepanjang 75 meter di Jalan Wahidin, Kota Palu,” ujar Opank, Sabtu (14/3/2026).
Dalam perlombaan tersebut, panitia membuka tiga kategori lomba yakni kategori utama, bebas, dan perempuan.
Sebanyak 64 peserta ambil bagian dan bersaing menggunakan sistem gugur.
Rangkaian perlombaan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Maret 2026.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palu. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palu, Bachtiar, menilai kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda sekaligus berpotensi melahirkan atlet berprestasi.
“ Untuk para peserta diharapkan selalu melakukan pemanasan atau peregangan otot sebelum bertanding, apalagi olahraga ini tanpa menggunakan alas kaki, jadi akan sedikit lebih berbahaya,” imbau Bachtiar kepada para peserta.
Selain mengingatkan soal keselamatan, ia juga mengajak seluruh peserta menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung.
Menurutnya, menang atau kalah merupakan hal yang wajar dalam setiap pertandingan. (Rul/Nl)










