- MUI Usul Koruptor Boleh Dijatuhi Hukuman Mati
- 76 Konflik Agraria Tercatat di Sulteng, Pemprov Gandeng KPK dan ATR/BPN Perkuat Pencegahan Korupsi
- Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Bakal Ditanggung APBN Selama Dua Tahun
- Mulai 3 Agustus, Pemprov Sulteng Berlakukan Bebas Denda dan Diskon Pokok PKB 50 Persen
- Siap-Siap! Kompor Listrik Gratis Bakal Dibagikan Mulai 2027
- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

Keterangan Gambar : Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. (Foto : muhammadiyah.or.id)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Baca Lainnya :
- Menaker Imbau Pekerja Segera Lapor Jika THR Tak Cair
- Iran Balas Serangan Israel dengan Rudal Jarak Jauh, Ledakan Gegerkan Wilayah Utara Israel
- Israel Serang Iran, Ledakan Guncang Ibu Kota Teheran
- Buku Iqro Legendaris Resmi Didesain Ulang, Tulisan Arab Asli Tetap Dipertahankan
- BGN: Anggaran Bahan Makan MBG Rp8-10 Ribu Per Porsi, Bukan Rp15 Ribu
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang secara konsisten digunakan Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan hijriah.
“Maklumat Muhammadiyah ini normal terjadi dilakukan, karena kami menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal,” kata Haedar, dikutip Selasa (3/2/2026).
Ia menegaskan, maklumat tersebut bukan untuk mendahului ataupun meninggalkan pihak lain dalam penentuan Idulfitri. Menurutnya, perbedaan dalam penetapan hari raya merupakan hal yang lumrah terjadi setiap tahun.
Haedar juga menyampaikan bahwa berbagai organisasi Islam memiliki metode dan sistem kalender masing-masing, baik kalender hijriah yang berkaitan dengan ritual ibadah maupun kalender miladiyah yang berkaitan dengan kegiatan publik.
Apabila nantinya terjadi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri, Haedar mengajak umat Islam untuk tetap menjunjung tinggi sikap saling menghargai dan menghormati.
“Sehingga, pesan ini justru akan memperkuat niat kita dalam beribadah,” ujarnya. (Nul/Nl)










