- Gaji di Bawah UMP Bisa Dapat Bantuan Bedah Rumah Gratis
- DPRD Kota Palu Prioritaskan Empat Ranperda Inisiatif untuk Propemperda 2027
- Ketua DPRD Kota Palu Dorong Warga Maksimalkan Fasilitas Kesehatan yang Ditanggung Pemerintah
- Nurhalis Nur Ajak Warga Palu Perbanyak Doa dan Amal di Tengah Kemarau
- Erman Lakuana Ajak Warga Palu Timur-Mantikulore Tingkatkan Partisipasi Sampaikan Aspirasi
- DPRD Kota Palu Minta Edukasi Cegah Kebakaran Digencarkan hingga Tingkat RT/RW
- Ketua DPRD Kota Palu Minta Depot Air Minum yang Belum Ber-SLHS Segera Dievaluasi
- DPRD Kota Palu Dorong Jukir Pakai Rompi QR Code untuk Cegah Kebocoran PAD
- DPRD Kota Palu Pastikan Perubahan Anggaran 2026 Tetap Pro Rakyat
- Keluhan Air Bersih Warga Griya Tadulako Ditindaklanjuti Ketua Komisi B DPRD Palu
DPRD Kota Palu Minta Edukasi Cegah Kebakaran Digencarkan hingga Tingkat RT/RW

Keterangan Gambar : Anggota Komisi B DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, PALU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu meminta Pemerintah Kota Palu menggencarkan edukasi pencegahan kebakaran hingga ke tingkat lingkungan, termasuk melibatkan camat, lurah, RT/RW dan masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting menyusul tingginya kejadian kebakaran di Kota Palu dalam beberapa waktu terakhir, terlebih di tengah kondisi musim kemarau yang berkepanjangan.
Baca Lainnya :
- Salut! Abdy Azwar Bukti Anak Palu Bisa Jadi Pembawa Berita di Korea Selatan
- Bangun Taman Baca di Lahan Sampah, Bhabinkamtibmas Diganjar Penghargaan dari Kapolda
- Puluhan Warga Palu Datangi Kantor OMC, Akun Terblokir dan Uang Tak Bisa Ditarik
- Gedung TK Kemala Bhayangkari 01 Sulteng Kembali Dibuka Usai Renovasi Total
- 352 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMPN 4 Palu, KBM Dimulai 14 Juli
Anggota Komisi B DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, dalam keterangan tertulisnya mengatakan edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat agar warga memahami berbagai potensi penyebab serta bahaya kebakaran.
Menurutnya, penyampaian informasi tidak cukup dilakukan secara terbatas. Pemerintah perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar pesan pencegahan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat lingkungan.
“Pemerintah juga perlu terus memberikan peringatan dan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai penyebab serta bahaya kebakaran. Edukasi tersebut harus dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh stakeholder,” ujar Nurhalis.
Ia juga mendorong agar edukasi pencegahan kebakaran memanfaatkan berbagai ruang yang dekat dengan masyarakat. Rumah ibadah, kata dia, dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas penyampaian imbauan.
“Jika memungkinkan, imbauan dan edukasi pencegahan kebakaran juga dapat disampaikan melalui masjid dan rumah-rumah ibadah lainnya,” katanya.
Selain edukasi di lingkungan masyarakat, Nurhalis meminta keluarga turut memperkuat pengawasan terhadap anak-anak. Hal itu terutama berkaitan dengan penggunaan korek api, kompor, peralatan listrik hingga perlengkapan rumah tangga yang dapat memicu kebakaran jika digunakan tanpa pengawasan.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya pencegahan. Sampah yang berserakan dan berada dalam kondisi kering dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Nurhalis menegaskan, pencegahan kebakaran membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah dan masyarakat perlu berkolaborasi untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengurangi berbagai potensi pemicu kebakaran di lingkungan.
“Dengan kesiapsiagaan, edukasi, pengawasan, serta pengelolaan lingkungan yang baik, kita dapat bersama-sama menekan risiko kebakaran di Kota Palu,” pungkasnya. (nul)










