- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
Operasi Keselamatan Tinombala 2026 di Sulteng Fokus Angkutan Umum, Tanpa Razia Hadang

Keterangan Gambar : Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Agung Tri Widiantoro. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
LikeIndonesia.com, Palu – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menggelar Operasi Keselamatan Tinombala 2026 dengan menitikberatkan upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran.
Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dilakukan tanpa razia stasioner yang menghadang kendaraan di jalan.
Baca Lainnya :
- KONI Sulteng Dukung Pembinaan Atlet Lewat Pencak Silat Militer Open Tournament
- Ketum KONI Sulteng Tinjau Padepokan Naga Laut, Fokus Pembinaan Atlet Pencak Silat Menuju PON 2032
- Puluhan Kepala OPD Sulteng Ikuti Retret Spiritual di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Ribuan Massa Bersihkan Sampah di Kawasan Mangrove Teluk Palu, Diperkirakan Capai 100 Ton
- Mayoritas Swalayan di Sulteng Tersebar di Daerah Ini, Palu Bukan yang Teratas
Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Agung Tri Widiantoro mengatakan, dalam operasi ini pihaknya lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif, sementara penegakan hukum tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Untuk razia stasioner tidak ada. Namun untuk pelanggaran yang terlihat secara kasat mata tetap dilakukan penindakan, bisa berupa tilang maupun teguran,” ujar Agung dihadapan awak media usai apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Tinombala 2026 di Mapolda Sulteng, Senin (2/2) pagi.
Ia menjelaskan, sasaran utama operasi kali ini adalah kendaraan angkutan orang, seperti bus dan travel, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Operasi Ketupat menjelang Lebaran.
Pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan administrasi serta kelaikan jalan kendaraan angkutan penumpang.
Agung menambahkan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulteng juga bekerja sama dengan Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan untuk mendatangi terminal-terminal guna memastikan kendaraan antar kota dan antar provinsi dalam kondisi siap operasi saat arus mudik.
“Ini sesuai arahan Kakorlantas Polri bahwa Operasi Keselamatan merupakan awal untuk menyambut Operasi Ketupat. Jadi kami memprioritaskan pemeriksaan kendaraan angkutan orang,” katanya.
Selain fokus pada angkutan penumpang, operasi ini juga menyasar pelanggaran over dimension and over load (ODOL) yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan lalu lintas.
ODOL menjadi salah satu prioritas penindakan dalam operasi tahun ini.
“ODOL termasuk sasaran operasi dan menjadi prioritas. Ke depan pelanggaran ODOL akan terus kita tertibkan, sehingga diharapkan tahun depan sudah tidak ada lagi kendaraan ODOL di jalan,” ujar Agung.
Sementara itu, Wakapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Keselamatan Tinombala 2026 didasarkan pada capaian positif pengamanan lalu lintas pada tahun sebelumnya.
Ia menyebut angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tengah mengalami penurunan.
“Tercatat, angka kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan dari 55 kejadian pada tahun 2024 menjadi 53 kejadian di tahun 2025 atau turun sebesar 3,63 persen,” kata Helmi saat membacakan amanat Kapolda Sulteng.
Menurut Helmi, penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
Dari sebelumnya 12 orang pada 2024, turun menjadi 5 orang pada 2025 atau berkurang 58,33 persen.
Ia menambahkan, Operasi Keselamatan Tinombala 2026 melibatkan 1.020 personel gabungan, terdiri atas 199 personel Polda Sulawesi Tengah dan 821 personel dari polres dan polresta jajaran.
Operasi ini mengedepankan edukasi, pencegahan, serta penegakan hukum berbasis teknologi melalui tilang elektronik.
“Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum berbasis teknologi melalui sistem ETLE, baik statis maupun mobile,” ujarnya.
Melalui operasi ini, Polda Sulawesi Tengah berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga keselamatan pengguna jalan dapat terjaga menjelang Ramadhan dan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. (Rul/Nl)










