- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid meresmikan fasilitas packing house durian milik PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Parigi — Fasilitas packing house durian milik PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, resmi beroperasi, Jumat (27/3/2026).
Kehadiran fasilitas ini dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas durian sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
Baca Lainnya :
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
- Dirlantas Polda Sulteng Ingatkan Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Pemudik Diminta Waspada
- Pemprov Sulteng Tegaskan Honor Nakes Non-ASN di Daerah Jadi Tanggung Jawab Pemda
- Terminal Mamboro Capai Puncak Mudik, 433 Penumpang Diberangkatkan
Peresmian ditandai dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat, salah satunya agenda “Berani Makan Durian 1 Ton”.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Fasilitas packing house memungkinkan hasil panen durian melalui proses sortir, pengemasan, dan standarisasi sebelum dipasarkan.
Kondisi ini dinilai dapat membantu petani memperoleh harga yang lebih stabil serta meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.
“Kalau usaha tumbuh, lapangan kerja ikut terbuka. Itu yang harus kita dorong bersama,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Selain memperbaiki rantai distribusi, keberadaan fasilitas ini juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja di sektor pengolahan dan distribusi hasil pertanian.
Di sisi lain, peluang ekspor durian disebut masih terbuka lebar, terutama ke pasar China yang permintaannya terus meningkat.
Namun, kualitas produk menjadi syarat utama agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Kalau petani menjual sendiri-sendiri, harga sering tidak stabil. Dengan packing house, kualitas terjaga dan pasar lebih jelas,” katanya.
Meski demikian, tantangan mulai muncul dari sisi pasokan bahan baku.
Ketersediaan durian dinilai perlu ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang mulai berkembang di daerah.
“Kita sudah punya fasilitas, tapi produksi harus kita kejar. Jangan sampai industri siap, bahan bakunya justru kurang,” ujarnya.
Dengan mulai beroperasinya packing house ini, sektor durian di Parigi Moutong diharapkan tidak hanya bergantung pada penjualan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor dan meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan. (Rul/Nl)









