- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
- Aktivitas Gempa di Sulteng Terus Menurun, Kini Kurang dari 200 Kali dalam Sepekan
- Siap-Siap! 33 Juta Keluarga Bakal Dapat Beras Gratis 30 Kg Mulai Agustus
- Makin Irit! Pertamina Turunkan Harga Tabung Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg
- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
Pemerintah Siapkan Lahan dan Fasilitas Pendukung Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri

Keterangan Gambar : Gubernur Sulteng, Anwar Hafid bersama Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kota Palu terus mematangkan persiapan operasional Bandara Mutiara Sis Al-Jufri sebagai bandara internasional.
Rapat lintas instansi digelar di Aula Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (13/8) siang, membahas pemenuhan fasilitas dan perpanjangan landasan pacu.
Baca Lainnya :
- Satgas Madago Raya Terima Penyerahan Dua Senjata Rakitan dari Anggota DPRD Sulteng
- Buronan Pencuri Uang Alfamidi Ampibabo Tak Berkutik Saat Disergap Polisi di Kota Palu
- Aduan Tambang Tojo Una-una Meresahkan, ESDM Sulteng Tindaklanjuti Penutupan Tambang
- Pawai Milad Alkhairaat di Palu Semarakkan HUT RI ke-80
- Persiapan Paskibraka Kota Palu Masuki Tahap Akhir, Kesiapan Capai 90 Persen
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menegaskan perlunya sinergi dengan Pemkot Palu, termasuk penyediaan lahan yang dibutuhkan untuk perpanjangan runway.
"Bersama Wakil Wali Kota Palu, kita bersinergi untuk mempersiapkan Bandara Sis Al-Jufri agar dapat beroperasi sebagai bandara internasional. Kita membutuhkan lahan, dan Ibu Wakil Wali Kota menunjukkan semangat luar biasa," ujarnya.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi dengan otoritas bandara untuk menentukan lokasi dan harga lahan.
"Mungkin nanti akan dilakukan kajian, seperti apa prosesnya. Insyaallah kita akan berusaha maksimal supaya Kota Palu bisa menjadi destinasi wisata internasional," kata Imelda.
Sesuai ketentuan, status internasional bandara mensyaratkan perpanjangan landasan pacu hingga 3.000 meter, penambahan mesin X-Ray, pemisahan ruang penumpang domestik dan internasional, serta fasilitas imigrasi, bea cukai, dan karantina.
Gubernur Anwar menargetkan seluruh persyaratan dapat terpenuhi dalam enam bulan. (Rul)










