- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Pencarian Dua Nelayan Hilang di Perairan Laulalang Tolitoli Ditutup

Keterangan Gambar : Operasi pencarian terhadap dua orang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di perairan Desa Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, resmi ditutup pada Jumat (18/07). (Foto: IST)
Likeindionesia.com, Tolitoli - Operasi pencarian terhadap dua orang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di perairan Desa Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, resmi ditutup pada Jumat (18/07) setelah berlangsung selama tujuh hari. Kedua korban, atas nama Pandi (37 th) dan Suyuti (47 th), warga setempat, dilaporkan hilang sejak Jumat, 7 Juli 2025.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Rescue USS Tolis, Polairud, Bhabinsa, pihak keluarga, serta masyarakat dan nelayan sekitar, telah melakukan pencarian secara intensif di area yang diperkirakan menjadi lokasi hilangnya korban. Namun hingga hari ketujuh, hasil operasi SAR masih nihil atau belum membuahkan hasil.
Baca Lainnya :
- Tidur Lelap di Kapal Berujung Trauma, Mahasiswi Luwuk Jadi Korban Pelecehan oleh Oknum Dosen
- ASN Kantor Sekda Sulteng Disidak Gubernur, Siapa yang Ketahuan Bolos?
- BMA Sulteng Siapkan Pelaksanaan Sanksi Adat Terhadap Gus Fuad Pleret
- Rp5, 2 Miliar Terancam Raib, Satgas Pasti Ungkap Praktik Impersonasi OMC di Palu
- Gubernur Anwar Hafid Fokus Pulihkan Hutan dari Cengkeraman Tambang
Pada pukul 16.00 wita, Tim SAR Gabungan bersama keluarga korban dan pemerintah setempat melaksanakan musyawarah dan sepakat untuk menghentikan operasi SAR aktif. Proses pencarian akan dilanjutkan dengan metode pemantauan secara pasif. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan dibuka kembali.
Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini telah dikembalikan ke satuan masing-masing, disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan sinergi dalam misi kemanusiaan ini.
“Kami telah berupaya maksimal selama tujuh hari dalam pencarian kedua korban. Namun hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan mereka. Berdasarkan kesepakatan bersama keluarga dan unsur terkait, operasi SAR dinyatakan ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama seluruh pihak yang terlibat.” Muh. Rizal, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu. (Bim)










