- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
- Komisi II DPR RI Minta Kebijakan Bank Tanah di Lembah Napu Ditinjau Ulang
- Aturan Suami Jadi Pencari Nafkah dan Istri Wajib Urus Rumah Digugat ke MK
- Gempa M 3,9 Guncang Pendolo Poso, Dipicu Aktivitas Sesar Poso
- Pengurus KKSS Tolitoli Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik, Menkum RI Dorong Kontribusi untuk Daerah
- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
Pencarian Dua Nelayan Hilang di Perairan Laulalang Tolitoli Ditutup

Keterangan Gambar : Operasi pencarian terhadap dua orang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di perairan Desa Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, resmi ditutup pada Jumat (18/07). (Foto: IST)
Likeindionesia.com, Tolitoli - Operasi pencarian terhadap dua orang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di perairan Desa Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, resmi ditutup pada Jumat (18/07) setelah berlangsung selama tujuh hari. Kedua korban, atas nama Pandi (37 th) dan Suyuti (47 th), warga setempat, dilaporkan hilang sejak Jumat, 7 Juli 2025.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Rescue USS Tolis, Polairud, Bhabinsa, pihak keluarga, serta masyarakat dan nelayan sekitar, telah melakukan pencarian secara intensif di area yang diperkirakan menjadi lokasi hilangnya korban. Namun hingga hari ketujuh, hasil operasi SAR masih nihil atau belum membuahkan hasil.
Baca Lainnya :
- Tidur Lelap di Kapal Berujung Trauma, Mahasiswi Luwuk Jadi Korban Pelecehan oleh Oknum Dosen
- ASN Kantor Sekda Sulteng Disidak Gubernur, Siapa yang Ketahuan Bolos?
- BMA Sulteng Siapkan Pelaksanaan Sanksi Adat Terhadap Gus Fuad Pleret
- Rp5, 2 Miliar Terancam Raib, Satgas Pasti Ungkap Praktik Impersonasi OMC di Palu
- Gubernur Anwar Hafid Fokus Pulihkan Hutan dari Cengkeraman Tambang
Pada pukul 16.00 wita, Tim SAR Gabungan bersama keluarga korban dan pemerintah setempat melaksanakan musyawarah dan sepakat untuk menghentikan operasi SAR aktif. Proses pencarian akan dilanjutkan dengan metode pemantauan secara pasif. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan dibuka kembali.
Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini telah dikembalikan ke satuan masing-masing, disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan sinergi dalam misi kemanusiaan ini.
“Kami telah berupaya maksimal selama tujuh hari dalam pencarian kedua korban. Namun hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan mereka. Berdasarkan kesepakatan bersama keluarga dan unsur terkait, operasi SAR dinyatakan ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama seluruh pihak yang terlibat.” Muh. Rizal, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu. (Bim)










