- Kekeringan Melanda 9 Desa di Parimo, 1.400 Hektare Sawah Terdampak
- Karhutla di Tojo Una-Una Hanguskan 54 Hektare Lahan
- Sulteng Masuk 10 Besar Provinsi dengan Kehilangan Hutan Terbanyak akibat Karhutla
- BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan, 7 Kabupaten Sulteng Masuk Kategori Waspada
- Antrean Pertalite Mengular di Palu, Pertamina Pastikan Stok Normal
- Pemerintah Bakal Buka Seleksi CPNS Awal 2027, Kebutuhan Guru Capai 526 Ribu
- Walatana Didorong Jadi Role Model Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Punya 8 Bandara, Sulteng Masuk Jajaran Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia
- Sulteng Salurkan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
- Geliat Kemerdekaan dari Lindu, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Persaudaraan, Adat, dan Alam
Pendapatan Program Berani Hapus Pajak Kendaraan Sulteng Tembus Rp32,9 Miliar

Keterangan Gambar : STNK kendaraan. (Foto: Liputan6.com)
Likeindonesia.com, PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp32,99 miliar dari Program Berani penghapusan pajak kendaraan bermotor yang berlangsung sejak 19 November hingga 7 Desember 2025. Angka tersebut merupakan akumulasi penerimaan dari transaksi terhadap 34.600 objek kendaraan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulteng, Rifki Ananta, menjelaskan pendapatan itu terdiri dari Rp18,76 miliar untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), termasuk opsen dengan rincian Rp11,30 miliar untuk provinsi dan Rp7,45 miliar untuk kabupaten/kota.
Baca Lainnya :
- Tahun Depan Gubernur Sulteng Siapkan Bantuan Modal Rp 5 Juta untuk Penenun Donggala
- Cina Bangun Pabrik Kelapa Senilai Rp1,6 Triliun di Morowali, Rampung 2026
- Siap-siap Liburan! Ini Jadwal Libur Akhir Tahun 2025 untuk PNS, Karyawan, dan Anak Sekolah
- Organisasi Pemuda di Palu Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatra
- Jelang Natal–Tahun Baru, Penjualan Parsel Mulai Mewarnai Jalanan Kota Palu
Sementara itu, penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp23,62 miliar, termasuk opsen dengan pembagian Rp14,22 miliar untuk provinsi dan Rp9,39 miliar untuk pemerintah kabupaten/kota.
“Itu total rupiah dalam Program Berani penghapusan pajak kendaraan bermotor sejak 19 November sampai 7 Desember 2025 dengan jumlah transaksi 34.600 objek,” ujar Rifki kepada media, Senin (8/12/2025).
Ia menambahkan, program serupa yang digelar pada April–Mei 2025 sebelumnya telah membukukan pendapatan sebesar Rp82,62 miliar. Dengan demikian, total pendapatan dari dua periode program penghapusan tunggakan pajak kendaraan mencapai Rp115,61 miliar, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga program berakhir pada 20 Desember 2025.
“Kami mengimbau masyarakat pemilik kendaraan yang masih menunggak agar segera ke Samsat terdekat. Cukup membayar pajak tahun berjalan, sedangkan tunggakan tahun-tahun sebelumnya akan diputihkan,” kata Rifki. (BIM/Nl)





1.jpg)




