- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Tahun Depan Gubernur Sulteng Siapkan Bantuan Modal Rp 5 Juta untuk Penenun Donggala

Keterangan Gambar : Pemprov Sulteng memastikan akan menyalurkan bantuan modal kepada penenun Donggala pada 2026 sebagai langkah memperkuat keberlanjutan industri tenun lokal. (Foto: Biro Adm Pimpinan)
Likeindonesia.com, Donggala – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memastikan akan menyalurkan bantuan modal kepada penenun Donggala pada 2026 sebagai langkah memperkuat keberlanjutan industri tenun lokal.
Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat membuka Networking of Tenun Central Sulawesi di Desa Wisata Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Selasa (9/12/2025).
Baca Lainnya :
- Cina Bangun Pabrik Kelapa Senilai Rp1,6 Triliun di Morowali, Rampung 2026
- Siap-siap Liburan! Ini Jadwal Libur Akhir Tahun 2025 untuk PNS, Karyawan, dan Anak Sekolah
- Organisasi Pemuda di Palu Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatra
- Jelang Natal–Tahun Baru, Penjualan Parsel Mulai Mewarnai Jalanan Kota Palu
- IJTI Sulteng dan Bateman Production Siapkan Charity for Sumatra untuk Korban Bencana
Lebih dari 200 penenun menghadiri kegiatan tersebut, yang menjadi forum besar pertama mempertemukan para pengrajin dengan pemerintah dan pelaku industri kreatif.
Pada kesempatan itu, Anwar menegaskan, dukungan modal akan diberikan secara merata kepada seluruh penenun sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan produksi.
“Tahun 2026, pemerintah provinsi akan memberikan modal sebesar lima juta rupiah untuk setiap penenun. Ini untuk memastikan semakin banyak karya lahir dari Donggala, dan warisan budaya kita semakin maju,” tegasnya.
Ia menambahkan, bantuan ini bukan hanya untuk memperkuat usaha para penenun, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan tradisi, perluasan pasar, serta peningkatan pendapatan masyarakat terutama perempuan pengrajin.
Anwar juga mendorong para penenun untuk mengembangkan motif yang mengikuti tren pasar, agar produk mereka semakin kompetitif dan diminati generasi muda.
Selain itu, ia menyampaikan komitmennya mempromosikan Tenun Donggala melalui penggunaan produk lokal dalam berbagai agenda resmi pemerintah.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan peresmian Wisata Pantai Karampuana itu diakhiri dengan peragaan busana tenun Donggala dan dihadiri Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, Dekranasda Sulteng, serta ratusan masyarakat.
Hadir pula Presiden/CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA), Dr. Zulhal Bupan Mils, yang memberikan apresiasi atas upaya pelestarian Tenun Donggala dan menilai daerah ini memiliki potensi besar masuk dalam jaringan ekofesyen global. (BIM/Nl)










