- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Pramuka Jadi Sarana Pembinaan Karakter Warga Binaan di Lapas Palu

Keterangan Gambar : Warga binaan dari berbagai UPT Pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah mengikuti perkemahan sehari di Lapas Kelas IIA Palu, Jumat (18/7/2025). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu — Sebanyak 135 warga binaan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah mengikuti perkemahan sehari di Lapas Kelas IIA Palu, Jumat (18/7/2025).
Kegiatan bertajuk Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan ini menjadi bagian dari program pembinaan karakter berbasis kepramukaan yang tengah diperkuat oleh Ditjenpas Sulteng dan Kwarda Gerakan Pramuka Sulawesi Tengah.
Baca Lainnya :
- Komisi IV DPRD Sulteng Tekankan Proporsi TKA dan Pekerja Lokal dalam Ranperda Ketenagakerjaan
- Palu Peringati 21 Tahun Penembakan Pdt. Susianti Tinulele, Serukan Pesan Damai dan Toleransi
- Harga Beras Melonjak, Bulog Sulteng Pastikan Stok Aman hingga Tahun Depan
- Pemkot Palu dan Bulog Salurkan 4,4 Ton Beras Bantuan ke Warga Kelurahan Baru
- BMA Sulteng Siapkan Pelaksanaan Sanksi Adat Terhadap Gus Fuad Pleret
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan bukan hanya simbol kegiatan luar ruang, melainkan bagian penting dari proses reintegrasi sosial warga binaan.
“Ini adalah wujud nyata tujuan pemasyarakatan: mengembalikan warga binaan sebagai manusia seutuhnya, berguna bagi masyarakat, dan tidak mengulangi pelanggaran hukum,” ujar Bagus.
Selain perkemahan, kegiatan di hari yang sama juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Ditjenpas Sulteng dan Kwarda Pramuka Sulteng untuk memperkuat pembinaan kepramukaan secara berkelanjutan di lembaga pemasyarakatan.
“Kepramukaan membawa semangat kemandirian, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini penting ditanamkan sebagai bagian dari proses pembinaan yang utuh,” lanjutnya.
Penandatanganan kerja sama juga dilakukan antara beberapa UPT pemasyarakatan dengan kwartir cabang di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kwarda, serta perwakilan kwartir cabang dari Kota Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi.
Mewakili Kwarda, M. Sadly Lesnusa menyatakan komitmennya dalam mendukung pembinaan karakter di lapas secara terstruktur dan berkelanjutan.
“Di manapun ruangnya, termasuk di dalam lapas, semangat Pramuka sebagai alat pendidikan karakter harus tetap hidup,” ungkapnya.
Dengan kolaborasi ini, pembinaan warga binaan diharapkan tak hanya menyentuh aspek keterampilan, tapi juga membentuk fondasi nilai dan tanggung jawab sosial sebelum mereka kembali ke masyarakat. (Rul)










