- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Tuntas Sudah, Seluruh Korban Longsor Tirtanagaya Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pada Kamis (26/6/2025). (Foto: SAR Palu)
Parigi Moutong, Likeindonesiacom – Upaya pencarian dan evakuasi korban longsor di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong resmi berakhir. Tim SAR gabungan menuntaskan operasi setelah seluruh tujuh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan dan diidentifikasi.
Pada Kamis (26/6), tim berhasil mengevakuasi empat jenazah terakhir. Jenazah pertama yang ditemukan adalah Subran (52 th) pada pukul 08.00 WITA. Lokasi penemuan berada di koordinat 0°35'57.26"N–120°52'52.44"E dan jenazah diserahkan ke keluarga pada pukul 12.30 WITA.
Baca Lainnya :
Menyusul kemudian, Riska Jumi (26 th) ditemukan pada pukul 14.00 WITA dan langsung dibawa ke rumah duka.
Sekitar pukul 16.15 WITA, dua korban terakhir yakni Safrudin E. Manjalai (36 th) dan Rapi (14 th) berhasil diangkat dari lokasi. Namun karena cuaca buruk dan arus sungai yang deras, proses evakuasi ke luar area bencana sempat tertunda.
Keduanya baru tiba di posko utama keesokan paginya, pukul 09.45 WITA, dan diserahkan kepada keluarga.
Tiga korban sebelumnya yang telah ditemukan adalah Sahrat (43 th), Ijal (28 th), dan Arun (17 th).
Dengan selesainya misi pencarian, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur gabungan yang terlibat telah kembali ke kesatuan masing-masing usai apel evaluasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengapresiasi sinergi semua pihak yang terlibat dalam operasi SAR ini.
“Alhamdulillah, seluruh korban berhasil ditemukan dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur SAR yang telah bekerja keras, tanpa kenal lelah di tengah medan yang berat. Kami juga turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban atas musibah ini. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkap Rizal dalam keterangan yang diterima, Jumat (27/6/2025).
Tim SAR gabungan terdiri dari personel Basarnas, Brimob, Polres Parimo, Polsek Tomini, TNI AD, BPBD Parigi dan Sulteng, Tagana, Dinas Kesehatan, serta aparat kecamatan dan warga setempat. (bim/nl)










