- Kualitas Udara Kota Palu Didominasi Kategori Tidak Sehat Selama Agustus 2026
- Karhutla Tersebar di 8 Wilayah Sulteng, Pemprov Gelar Rakor Antisipasi Lonjakan Kebakaran September
- Muhammadiyah Telah Tetapkan Awal Puasa 2027, Mulai 8 Februari
- Ketua KONI Sulteng Buka Savana Buutiba Trail Run 2026, Olahraga Sekaligus Nikmati Alam Sigi
- Perubahan Anggaran Sulteng 2026 Disepakati, Pemprov Pastikan Tetap Berpihak kepada Rakyat
- Peringatan Dini Potensi Karhutla Sulteng 7 Hari ke Depan, BMKG Imbau Warga Tak Bakar Lahan
- Tak Hanya Pertalite, Pembeli LPG 3 Kg Juga Bakal Diatur Berdasarkan Desil
- Polda Sulteng Ungkap Kronologi Penembakan di Jalan Tombolotutu, Berawal dari Persoalan Parkir
- BMKG Catat 187 Hotspot di Sulawesi Tengah, Tersebar di 8 Kabupaten
- BMKG Pastikan Asap Karhutla Kalimantan Tak Mengarah ke Palu, Arah Angin Jadi Faktor Utama
Umat Buddha Rayakan Imlek 2577 dengan Puja Bakti di Vihara Karuna Dipa Palu
.jpg)
Keterangan Gambar : Umat Buddha di Kota Palu merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan puja bakti di Vihara Karuna Dipa, Jalan Sungai Lariang, Selasa (17/2/2024) pagi. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Umat Buddha di Kota Palu merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan puja bakti di Vihara Karuna Dipa, Jalan Sungai Lariang, Selasa (17/2/2024) pagi.
Ibadah berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan parita suci, sambutan, hingga pemberkahan oleh Bhante.
Baca Lainnya :
- Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek 2577 di Palu
- Wakil Ketua MPR Kawal Langsung Pembangunan Jembatan di Tiga Titik Sulteng
- Fajar Al Amri Tampil Lawan Ketua POBSI Sulteng di Funmatch Palu
- Sambut Ramadan, KHAS Palu Hotel Hadirkan Promo Buka Puasa dan Paket Menginap Berkah Ramadan
- Mengintip Persiapan H-1 Imlek di Klenteng dan Vihara Kota Palu
Perayaan juga diisi kegiatan kebersamaan umat, termasuk pembagian angpao kepada anak-anak sekolah minggu.
Ketua PC Magabudhi Kota Palu, Ferdy Logianwy, mengatakan perayaan Imlek tahun ini jatuh pada 17 Februari 2026 dan menandai Tahun Kuda Api.
“Makna Kuda Api sendiri melambangkan energi yang kuat dan semangat yang berapi-api untuk mencapai tujuan yang kita cita-citakan. Jadi di tahun ini diharapkan umat memiliki semangat, daya juang, serta optimisme dalam menjalani kehidupan,” ujarnya kepada media ini saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, rangkaian puja bakti dilaksanakan sebagaimana ibadah rutin, dimulai dari pembacaan parita suci, sambutan pihak yayasan, hingga pemberkahan.
Selain itu, kegiatan juga menjadi ruang kebersamaan umat dalam menyambut tahun baru.
Menurut Ferdy, perayaan Imlek di vihara tetap menonjolkan simbol-simbol khas seperti lampion dan dekorasi, meski pelaksanaan ibadah berlangsung seperti biasa.
Kehadiran umat setiap tahun umumnya mencapai ratusan orang dan tahun ini diperkirakan lebih banyak karena adanya atraksi barongsai.
Momentum Imlek juga menjadi pengingat pentingnya kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Di tahun ini kami berharap kebersamaan semakin terjalin, termasuk dalam keberagaman antarumat beragama,” katanya.
Ia menambahkan, perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan Ramadan sehingga menjadi pengingat untuk terus menjaga toleransi, persatuan, dan kerukunan.
Perayaan Tahun Baru Imlek bagi umat Buddha tidak hanya menjadi pergantian tahun dalam kalender Tionghoa, tetapi juga momentum refleksi diri, doa, serta memperkuat kebajikan dan keharmonisan hidup. (Rul/Nl)










