- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
- Rupiah Makin Melemah, Kurs Dolar Menyentuh Rp18.000 Hari Ini
Umat Buddha Rayakan Imlek 2577 dengan Puja Bakti di Vihara Karuna Dipa Palu
.jpg)
Keterangan Gambar : Umat Buddha di Kota Palu merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan puja bakti di Vihara Karuna Dipa, Jalan Sungai Lariang, Selasa (17/2/2024) pagi. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Umat Buddha di Kota Palu merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan puja bakti di Vihara Karuna Dipa, Jalan Sungai Lariang, Selasa (17/2/2024) pagi.
Ibadah berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan parita suci, sambutan, hingga pemberkahan oleh Bhante.
Baca Lainnya :
- Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek 2577 di Palu
- Wakil Ketua MPR Kawal Langsung Pembangunan Jembatan di Tiga Titik Sulteng
- Fajar Al Amri Tampil Lawan Ketua POBSI Sulteng di Funmatch Palu
- Sambut Ramadan, KHAS Palu Hotel Hadirkan Promo Buka Puasa dan Paket Menginap Berkah Ramadan
- Mengintip Persiapan H-1 Imlek di Klenteng dan Vihara Kota Palu
Perayaan juga diisi kegiatan kebersamaan umat, termasuk pembagian angpao kepada anak-anak sekolah minggu.
Ketua PC Magabudhi Kota Palu, Ferdy Logianwy, mengatakan perayaan Imlek tahun ini jatuh pada 17 Februari 2026 dan menandai Tahun Kuda Api.
“Makna Kuda Api sendiri melambangkan energi yang kuat dan semangat yang berapi-api untuk mencapai tujuan yang kita cita-citakan. Jadi di tahun ini diharapkan umat memiliki semangat, daya juang, serta optimisme dalam menjalani kehidupan,” ujarnya kepada media ini saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, rangkaian puja bakti dilaksanakan sebagaimana ibadah rutin, dimulai dari pembacaan parita suci, sambutan pihak yayasan, hingga pemberkahan.
Selain itu, kegiatan juga menjadi ruang kebersamaan umat dalam menyambut tahun baru.
Menurut Ferdy, perayaan Imlek di vihara tetap menonjolkan simbol-simbol khas seperti lampion dan dekorasi, meski pelaksanaan ibadah berlangsung seperti biasa.
Kehadiran umat setiap tahun umumnya mencapai ratusan orang dan tahun ini diperkirakan lebih banyak karena adanya atraksi barongsai.
Momentum Imlek juga menjadi pengingat pentingnya kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Di tahun ini kami berharap kebersamaan semakin terjalin, termasuk dalam keberagaman antarumat beragama,” katanya.
Ia menambahkan, perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan Ramadan sehingga menjadi pengingat untuk terus menjaga toleransi, persatuan, dan kerukunan.
Perayaan Tahun Baru Imlek bagi umat Buddha tidak hanya menjadi pergantian tahun dalam kalender Tionghoa, tetapi juga momentum refleksi diri, doa, serta memperkuat kebajikan dan keharmonisan hidup. (Rul/Nl)










