- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Usulan WPR Emas di Parimo Picu Penolakan, Warga Ingatkan Status Daerah sebagai Lumbung Pangan

Keterangan Gambar : Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) untuk komoditas emas di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Parimo – Rencana penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) untuk komoditas emas di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kembali memicu penolakan warga. Aksi unjuk rasa digelar oleh sejumlah elemen masyarakat yang menilai usulan tersebut berpotensi merusak sektor pangan dan lingkungan.
Selama ini aktivitas tambang emas di beberapa titik dinilai berdampak negatif terhadap persawahan dan sumber air. Sejumlah lahan warga terdampak lumpur, sementara aliran sungai menjadi keruh sehingga tidak layak dikonsumsi hewan ternak. Kondisi itu disebut merugikan petani serta nelayan yang bergantung pada sumber daya alam di wilayah tersebut.
Baca Lainnya :
- Satgas PKA dan Pakar ITB Verifikasi Keretakan Rumah Warga Diduga Akibat Aktivitas PLTA di Poso
- Program Dukungan Psikososial untuk 31 Sekolah Terdampak Gempa Poso Dimulai di Palu
- Posbakum Desa dan Kelurahan di Sulteng Capai 78,38 Persen, Delapan Daerah Sudah Tuntas
- Kaili Jadi Salah Satu Etnis Paling Banyak di Indonesia, Masuk 25 Besar
- BKSDA Selidiki Penyebab Kematian Buaya Muara yang Terdampar di Teluk Palu
Koordinator lapangan Forum Mahasiswa Kabupaten Parigi Moutong Menggugat (FMKPM), Talib, mendesak Pemerintah Daerah Parimo mengevaluasi secara menyeluruh usulan WPR dan WP. Ia menegaskan pentingnya mempertimbangkan posisi Parigi Moutong sebagai daerah penyangga pangan di Sulawesi Tengah.
“Kami berharap Pemda Parimo melakukan evaluasi usulan WPR dan WP dengan melihat Parimo sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Tengah,” ujar Talib, Kamis (20/11/2025).
Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, termasuk perbaikan fasilitas pendidikan serta layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Talib turut mengajak masyarakat mendukung program pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan agar sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Ia berharap Parigi Moutong dapat berkembang sebagai lumbung pangan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
“Mari sama-sama kita dukung program pemerintah dengan meningkatkan swasembada pangan sehingga ke depan Parimo benar-benar menjadi lumbung pangan bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya. (BIM/Nl)










